Mahasiswa S2 Magister SPI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang Hadiri Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-19

Berita Utama1664 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co.id – Enam mahasiswa S2 Magister SPI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang mengikuti acara Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-19, bersama peneliti BRIN, dosen dari PTU, dan PTKI se-Indonesia pada 7-9 Agustus 2023 di FIB UGM Yogyakarta lalu.

Di sana mereka mempresentasikan hasil kajian bertema “Peradaban Melayu”.
Presentasi hasil penelitian ini sebagai wujud ikut memperkuat distingsi UIN Raden Fatah pada Peradaban Melayu Islam.
Kajian salah seorang mahasiswa, Nila Lestari yakni Etnosains dalam Manuscript “Mantra dan Doa” pada Masyarakat Dusun Tanjung Baru, Marga Bengkulah menjadi contoh adanya local genius masyarakat di OKI.

Nila memaparkan temuannya bahwa masyarakat Dusun Tanjung Baru melalui naskah kuno dapat ditemukan bentuk sistem pengetahuan mereka terkait pengobatan tradisional masyarakat.

“Bahkan jejak pengetahuan tersebut sampai saat ini masih dapat ditemukan dan dipraktikkan,” katanya, Jumat (11/8).

Baca Juga  Karo SDM Polda Sumsel : Polri Memberi Kesempatan Putra/Putri Terbaik Sumsel Untuk Menjadi Anggota Polri

Kajian Metta Libia Oktamer sendiri membahas Relevansi Teks Naskah Hadīyat al-Nisā’ fī Targhīb ‘Ushrat al-Nisā’ karya Muhammad Azhari ibn al-Khatib Ma’ruf (1856-1932 M) terhadap Kedudukan dan Peran Perempuan Melayu Palembang. Di sana ia menegaskan Ulama Palembang ternyata telah lama mendiskusikan tentang peran perempuan.

Sebagaimana diketahui Hadīyat al-nisā’ fī targhīb ‘ushrat al-nisā’, teks ini membahas perihal pedoman penting bagi kehidupan keluarga khususnya hubungan antara suami dan istri.

Melihat isinya, Hadīyat al-nisā’ fī targhīb ‘ushrat al-nisā’ ini lahir untuk dijadikan pedoman suami dan istri yang hidup berumah tangga, atau bagi laki-laki atau perempuan yang akan berkeluarga yang berlandaskan Alquran dan Hadis.

Kajian lainnya Hizbullah, yakni naskah UU Simbur Cahaya dan Peran Masyarakat dalam Menjaga Alam:

Telah atas Aturan-Aturan Membuka Ladang juga menegaskan kearifan yang diwariskan leluhur ratusan tahun silam itu menuntun manusia dan alam sekitarnya untuk senantiasa berjalan seiringan.

Baca Juga  Sejumlah Helikopter Dilibatkan Dalam Penanggulangan Karhutla di Sumsel

“Paradigma ekosentris ini menunjukkan tak ada perbedaan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan semua makhluk hidup lainnya.

Semua perilaku manusia harus selaras dengan alam. Semua harus saling menjaga,” jelasnya. Sedangkan Roki Saputra dan Fitria Hayani, fokus mendiskusikan tema Preservasi Naskah Kuno.

Mereka meneliti dan mengkaji atas kondisi naskah-naskah kuno yang tersimpan di masyarakat Palembang.
Temuan yang didapatkan banyak kerusakan pada naskah kuno karena biota atau serangga.

Mereka juga menginventarisir tingkat kerusakan tersebut serta penyebabnya serta menggali bagaimana pengetahuan para pemilik naskah kuno dalam merawat naskah.

Terakhir Aulia Desita mengangkat tema Transformasi Digital dengan menggagas dan membuat alih media dari naskah kuno ke dalam media digital melalui film animasi.

“Kajian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa karya sastra masa lalu yang telah ditransformasikan ke dalam bentuk multimoda digital berupa animasi dapat diterima oleh audien dan dapat menjadi media tersampaikannya muatan kekayaan bangsa pada generasi di masa kini,” jelasnya.

Baca Juga  Ibu Tewas Terlindas Truk Tangki dan Anak Dirawat

Endang Rochmiatun, Dosen Prodi Magister SPI dan sekaligus Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah
mengatakan publikasi ilmiah mahasiswa S2 Magister SPI sangat penting dan wajib guna mendukung IKU UPPS dan prodi dalam akreditasi.

“Publikasi mahasiswa Magister (S2) merupakan syarat perlu peringkat unggul dalam akreditasi prodi,” ujarnya.

Selanjutnya pihaknya akan mengawal 6 paper mahasiswa yang telah dipresentasikan dalam SIPN XIX di FIB UGM tersebut untuk dapat terbit di jurnal terakreditasi Sinta.

Komentar