Guru Besar Sejarah UPI Bandung Tanggapi Ini Soal Abainya Pemkot Palembang Jaga Cagar Budaya

Uncategorized686 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co.id – Polemik Pembiaran aset cagar budaya di kota Palembang oleh Walikota Palembang terutama Balai Pertemuan yang berada dibelakang Kantor Pemerintah Kota Palembang yang kondisinya rusak parah yang disuarakan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) terus berlanjut.

Kali ini Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesian(MSI) Pusat yang juga Guru Besar Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum menyuarakan bagaimana pentingnya melindungi cagar budaya di kota Palembang oleh Walikota Palembang melalui dinas terkait.

Menurut Agus Dinas Kebudayaan kota Palembang harus memiliki kepedulian bahwa konsep pembangunan tidak hanya dipahami sebatas kepentingan ekonomi .

Baca Juga  Tandatangani MoU, Pemkab Muba Gandeng PTUN Palembang

” Justru cagar budaya sebagai suatu peninggalan sejarah atau peninggalan kebudayaan justru harus di tempatkan sebagai aset yang sesuatu yang bernilai yang bisa di olah secara ekonomi, jadi jangan lihat fisiknya jadi harus di balik, bagaimana nilai menjadi sesuatu yang menjadi sebuah aset ekonomi, bukan materinya ” kata Agus, usai menjadi narasumber dalam Kuliah Umum dengan tema Profesi dan Kompetensi Pendidikan Sejarah di Era Society 5.0. Kegiatan dipusatkan di Aula FKIP KM 5 Palembang, Kamis (23/2).

Menurutnya cagar budaya kalau melihat fisiknya tidak menarik menurutnya pendapat seperti ini salah.

Selain itu menurut Agus, kita jangan melupakan masa lalu (A Historis)

Baca Juga  Pundi Pendapatan Muba akan Bertambah dari DBH Sawit

” Bahwa kita hari ini seperti ini, ini merupakan bagian perjalanan masa lalu , jadi jangan ada keterputusan historis sehingga ini akan berdampak kepada kurangnya pembangunan kesadaran sejarah , jadi bagaimanapun Dinas Kebudayaan kota Palembang harus harus punya fungsi membangun sejarah kepada masyarakat, jadi disini unsur pendidikan di pahami kesitu, jadi pendidikan bagi masyarakat , bagaimana masyarakat bisa mencintai tentang masa lalunya sehingga otomatis akan mencintai kota sendiri, itu yang harus dibangun,” katanya.

Selain itu menurutnya masyarakat harus terus mendorong terutama elemen-elemen, komunitas-komunitas apalagi di era keterbukaan , diera tehnologi informasi yang begitu dahsyat menyebar , ini menurutnya menjadi potensi untuk memberikan tekanan kepada masyarakat sehingga membangun sebuah opini kepada masyarakat dengan opini ini memberikan tekanan kepada pemerintah.

Baca Juga  Honda ADV160 Sabet Gelar Motor Terbaik di Indonesia

“ Itu tadi pembangunan jangan di pahami sekedar materi, nah kekuatan inilah yang harus kita dorong , dengan berbagai komunitas , saya kita media sosial sekarang sangat potensial ,” katanya.

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar