134 Peserta Parlemen Remaja Se-Indonesia Bersidang Mengambil Keputusan UU KUHP

Nasional542 Dilihat

JAKARTA,SumselPost.co.id – Pada Kamis (14/9/2023) Sekretariat Jenderal DPR menggelar Simulasi Sidang DPR RI bersama dengan para Anggota Parlemen Remaja 2023 di Ruang Abdul Muis Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan Jakarta. Acara itu dibuka oleh Ketua BURT DPR RI Agung Budi Santoso sekaligus penyampaian sambutan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf.

Terakhir, Simulasi Sidang DPR RI ini akan ditutup dengan pemberian palu sidang dari Anggota DPR RI kepada Ketua Parlemen Remaja 2023 Ni Made Cista Striratna, Perwakilan Pemuda Daerah Pemilihan Bali.

Parlemen Remaja 2023 ini merupakan rangkaian agenda tahunan yang digelar oleh Sekretariat Jenderal DPR RI yang melibatkan partisipasi generasi muda bangsa Indonesia sepanjang tanggal 11-16 September 2023. Rangkaian acara tersebut dilaksanakan di 2 (dua) lokasi, Bogor dan Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 134 peserta terpilih dari 80 dapil di seluruh Indonesia. Jumlah ini merupakan hasil dari seleksi dari 9.996 yang mendaftar.

Baca Juga  Fahri Berharap Tiga Capres Lakukan Perubahan yang Baik Secara Bertahap

Pada tahun ini, Parlemen Remaja mengusung tema “Remaja Kenal Hukum: Taat Aturan Masyarakat Aman”. Tema ini diambil dengan melihat dinamika dan kebutuhan akan adanya pembaharuan hukum pidana di Indonesia, maka Siswa/i SMA sederajat diajak berperan serta dalam simulasi proses pembentukan kebijakan terkait hukum pidana di Indonesia melalui kegiatan Parlemen Remaja. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari, akademisi, pakar, pengamat hukum dan Pimpinan Sekretariat Jenderal DPR RI untuk memberikan materi dalam acara orientasi dan simulasi kunjungan kerja Kejaksaan Negeri, Polresta Bogor Kota, dan Pengadilan Negeri kota Bogor. Hal itu terkait dengan materi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Pada tahun 2023, untuk pertama kalinya, DPR RI menambah waktu penyelenggaraan dari 5 hari menjadi 6 hari. Selain itu, peserta juga diajak melaksanakan simulasi rapat panitia kerja yang sebelumnya hanya simulasi rapat kerja dan rapat paripurna.

Baca Juga  Jum'at Bersih, Prajurit Yonkav 5 DPC Karang Endah & Masyarakat Serbu Parit

Sebagai informasi, Parlemen Remaja adalah program yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap tanggal 15 September. Kegiatan ini merupakan pembelajaran politik kepada generasi muda, khususnya pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/SMK/MA sederajat.

Parlemen Remaja mengajarkan tentang pentingnya berdemokrasi di Indonesia sehingga peserta dapat secara langsung mendapatkan pengetahuan dari para Narasumber. Dengan kegiatan Parlemen Remaja ini adalah bentuk DPR RI untuk mendekatkan diri dengan publik sehingga memberikan pengalaman yang dibuat semirip mungkin layaknya Anggota DPR RI dalam melaksanakan tugasnya melalui simulasi kunjungan kerja, simulasi sidang.

Sementara itu Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan bahwa pada intinya DPR ikut bertanggung jawab terhadap pembinaan politik kaum muda dalam hal ini remaja. Dimana ada dua segmen untuk remaja dan secara regional dilakukan setiap tahun, pada dua regional dilaksanakan parlemen kampus. Biasanya parlemen kampus dilakukan di Surabaya untuk regional Jawa, kemudian di Pontianak untuk regional Kalimantan dan di Aceh untuk regional Sumatera dan beberapa tempat lainnya.

Baca Juga  Dari Revisi UU TNI Hingga Penambahan Kodam, SETARA: Kontradiksi Upaya Penguatan Pertahanan

“Jadi, semangat DPR untuk membangun pemahaman bagi kaum muda terhadap pemahaman politik bahwa politik itu adalah sesuatu yang menjadi tanggung jawab bersama untuk memperkenalkan bagaimana komitmen DPR untuk terus menjadi bagian dari pembangunan bangsa dan negara ini,” pungkasnya.(MM)

Komentar