Wakil Ketua DPR RI: Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan

Nasional15 Dilihat
banner1080x1080

SUMEDANG,SumselPost.co.id — Pendidikan menjadi salah satu jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap anak harus mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa saat memberikan sambutan di SDN Santaka, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026). Ia menekankan, pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan individu, keluarga, hingga generasi mendatang.

“Sekolah itu adalah sarana yang bisa memutus rantai kemiskinan. Saya masih meyakini dan percaya sampai hari ini, yang bisa mengubah masa depan seseorang, keluarga seseorang, dan lingkungan itu adalah pendidikan,” ujarnya.

Menurut Politisi Fraksi Partai NasDem ini, pendidikan tidak hanya memberikan kesempatan bagi seseorang untuk memperbaiki kehidupannya sendiri, tetapi juga berpotensi mengangkat status sosial dan ekonomi keluarganya. Ia menegaskan, jangan sampai keterbatasan ekonomi menjadi alasan bagi orang tua untuk menghentikan pendidikan anak. Sebab, kesempatan memperoleh pendidikan merupakan modal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Saya juga dulu pernah menghadapi keterbatasan ekonomi, bahkan harus tidur di lingkungan kampus dan masjid ketika menjalani masa perkuliahan. Bahkan pernah sewaktu pendidikan dasar tidak punya sepatu, tapi hal itu justru menjadi alasan kuat untuk merubah hidup saya,” ungkap Saan.

Legislator Dapil Jabar VII ini juga menyampaikan kenangannya bersama sang nenek, beliaulah yang selalu memberikan dorongan agar dirinya tetap bersekolah. Meski sang nenek tidak sempat menyaksikan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tinggi, nilai dan perjuangan yang ditanamkan tetap memberikan dampak besar dalam kehidupannya.

Menurutnya, pendidikan dapat diibaratkan seperti menanam pohon mangga dari biji. Orang yang menanam belum tentu dapat menikmati hasilnya, tetapi generasi berikutnya akan merasakan manfaat dari apa yang telah diperjuangkan. “Jangan pernah menghentikan anak kita untuk sekolah, karena sekolah itu seperti investasi untuk masa depan. Mungkin kita yang menanam tidak menikmati hasilnya, tetapi generasi yang akan datang bisa merasakannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Saan pun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian terhadap persoalan pendidikan. Baginya, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan biaya. “Saya tidak tega kalau ada orang datang dan tidak bisa sekolah. Karena itu, saya ingin terus mendorong agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan,” pungkasnya.

Terakhir, Saan berpesan, agar seluruh orang tua menjadikan pendidikan sebagai prioritas keluarga. Sebab, pendidikan bukan sekadar kebutuhan hari ini, melainkan fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (MM)

Komentar