Waka DPR Cucun Ajak Santri Kenali Peran DPR dan Berani Bermimpi Jadi Pemimpin

Nasional44 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengajak para santri SMP Habibi Bina Cendikia memahami peran dan fungsi DPR RI sekaligus berani bermimpi menjadi pemimpin bangsa. Menurutnya, latar belakang pendidikan pesantren bukan menjadi penghalang bagi generasi muda untuk berkontribusi dan mengambil peran dalam pembangunan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Cucun saat menerima kunjungan edukasi parlemen santri SMP Habibi Bina Cendikia dari Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Cucun yang juga berasal dari Kabupaten Bandung menyambut para santri sebagai bagian dari generasi penerus yang perlu mengenal secara langsung bagaimana lembaga perwakilan rakyat bekerja. “Selamat datang di rumah rakyat,” ujar Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Di hadapan para santri, Cucun menjelaskan bahwa DPR merupakan lembaga yang terdiri atas wakil rakyat yang dipilih melalui pemilihan umum. Ia mengibaratkan fungsi perwakilan DPR dengan organisasi santri di lingkungan pesantren yang bertugas menampung aspirasi dan mengurus kepentingan bersama, tetapi dalam lingkup yang jauh lebih besar. “Yang kami urus bukan satu pondok, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Dan yang memilih kami bukan pengurus, tetapi rakyat langsung lewat pemilu,” jelasnya.

Cucun kemudian memperkenalkan tiga fungsi utama DPR RI kepada para santri, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia mengibaratkan fungsi legislasi seperti tata tertib di pesantren yang menjadi aturan bersama, sedangkan fungsi anggaran berkaitan dengan pembahasan dan persetujuan penggunaan uang negara melalui APBN.

Adapun fungsi pengawasan, lanjut Cucun, dilakukan untuk memastikan berbagai kebijakan dan anggaran yang telah ditetapkan benar-benar dilaksanakan dan memberikan manfaat kepada masyarakat. “Jadi ingat tiga kata ini: membuat aturan, mengatur uang, mengawasi. Kalau ada yang tanya tugas DPR, kalian sudah bisa jawab,” katanya.

Cucun juga memberikan contoh konkret mengenai keberadaan pesantren dalam kebijakan negara melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Menurutnya, kehadiran regulasi tersebut menunjukkan pengakuan negara terhadap pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

Ia menegaskan, para santri memiliki kesempatan yang sama dengan pelajar lainnya untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa. Karena itu, ia mendorong para santri tidak merasa minder dengan latar belakang pendidikan pesantren. “Kalian bukan murid kelas dua. Di mata negara, kalian setara dengan pelajar mana pun,” ungkapnya.

Selain mengenalkan kelembagaan DPR, Cucun mengingatkan para santri agar bijak menggunakan teknologi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan berbagai manfaat sekaligus tantangan, mulai dari penyebaran berita bohong hingga praktik judi daring dan pinjaman daring yang dapat menyasar generasi muda.

Ia mendorong para santri menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan tetap berpegang pada nilai agama serta akhlak. “Jadilah pengguna HP yang cerdas dan berakhlak. Pakai untuk belajar, untuk berkarya, untuk kebaikan. Jangan sampai jempol kita yang mengetik, tetapi menyakiti orang lain,” pesannya.

Cucun berpesan agar para santri rajin belajar, menjaga akhlak, dan berani memiliki cita-cita tinggi. Menurutnya, santri perlu menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu menghadapi perkembangan zaman. “Siapa tahu, sepuluh atau lima belas tahun lagi, salah satu dari kalian yang duduk di ruangan ini justru kembali ke sini. Bukan sebagai tamu, tetapi sebagai anggota DPR. Bukan hal yang mustahil. Yang penting mulainya dari sekarang, dari bangku SMP ini,” pungkas politisi dari dapil Jawa Barat II itu. (MM)

Komentar