Sekjen DPD RI Jadikan Kesehatan Pegawai Investasi Institusi, Obesitas dan Fatty Liver Jadi Perhatian

Nasional84 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id — Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) menjadikan kesehatan pegawai sebagai bagian penting dari investasi institusi dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkinerja optimal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Health Talk & Sharing Session bertema “Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat” yang menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Depok, Gerry Permadi, di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Sekretaris Jenderal DPD RI M. Iqbal menegaskan bahwa kesehatan pegawai tidak dapat dipisahkan dari kekuatan dan produktivitas organisasi. Karena itu, Setjen DPD RI mendorong pendekatan yang lebih preventif dengan meningkatkan kesadaran pegawai terhadap faktor risiko kesehatan, termasuk obesitas dan fatty liver. “Saya melihat kesehatan pegawai sebagai bagian dari investasi institusi. Fatty liver berbanding lurus dengan makan banyak dan keinginan untuk tidak bergerak. Karena itu, saya menitipkan agar setiap unit kerja melakukan pendataan, terutama bagi pegawai yang masuk kategori obesitas, untuk kemudian diberikan arahan dan didorong mengikuti kegiatan olahraga demi kebaikan kesehatan pegawai,” ujar M. Iqbal.

Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya Setjen DPD RI membangun budaya hidup sehat yang tidak berhenti pada edukasi, tetapi diterjemahkan ke dalam langkah nyata di lingkungan kerja. Pendekatan preventif dipandang penting agar pegawai memiliki kesadaran lebih baik terhadap kondisi tubuhnya dan terdorong melakukan perubahan gaya hidup sebelum muncul persoalan kesehatan yang lebih serius.

Gerry Permadi menjelaskan bahwa fatty liver berkaitan dengan penumpukan lemak pada liver dan memiliki hubungan erat dengan obesitas serta gangguan metabolik. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat berlangsung dengan gejala yang minim pada tahap awal. “Fatty liver tidak hanya berkaitan dengan apa yang kita makan, tetapi juga dengan seberapa aktif kita bergerak. Menjaga berat badan, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari alkohol merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan liver,” kata Gerry.

Edukasi tersebut memperkuat langkah Setjen DPD RI dalam membangun kesadaran kesehatan sebagai bagian dari kesejahteraan pegawai. Melalui forum interaktif, peserta mendapatkan pemahaman mengenai faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta perubahan pola hidup yang dapat dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Klinik Pratama DPD RI Emirianti mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk memperluas akses terhadap edukasi kesehatan sekaligus memperkuat upaya pencegahan. Menurutnya, persoalan kesehatan metabolik sering kali luput dari perhatian karena minimnya gejala pada tahap awal. “Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologis seperti USG dan Fibroscan, serta pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi pasien,” ujar Emirianti.

Emirianti menjelaskan, upaya menjaga kesehatan metabolik perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan, terutama melalui pengendalian berat badan, penerapan pola makan sehat, dan aktivitas fisik secara rutin. Penurunan berat badan yang ideal juga dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki berbagai faktor risiko metabolik yang berkaitan dengan kesehatan liver.

Dalam sesi tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai keterkaitan fatty liver dan diabetes yang dapat saling memperberat kondisi metabolik. Gerry menekankan bahwa risiko tersebut dapat dicegah dan dikendalikan melalui deteksi dini serta perbaikan pola hidup yang dilakukan secara konsisten. “Pencegahan selalu menjadi langkah yang penting. Jangan menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai menjaga kesehatan. Dengan mengenali faktor risiko dan melakukan perubahan gaya hidup sejak dini, kita dapat menjaga kesehatan liver sekaligus meningkatkan kualitas hidup,” tutur Gerry.

Menurut Setjen DPD RI, pembangunan budaya hidup sehat merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Sekretaris Jenderal DPD RI M. Iqbal menilai lingkungan kerja yang sehat akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan kualitas pelaksanaan tugas kelembagaan. “Kita ingin pegawai Setjen DPD RI tidak hanya sehat saat bekerja, tetapi memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. SDM yang sehat adalah kekuatan institusi, dan karena itu upaya seperti ini harus terus kita dorong,” kata M. Iqbal.

Hal tersebut disampaikan Iqbal sela-sela peresmian Poliklinik DPD RI menuju Klinik Prima yang sesuai standard. Peningkatan Klinik Pratama DPD RI tersebut dilakukan di tengah tuntutan pemenuhan regulasi Kementerian Kesehatan yang mensyaratkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan memenuhi standar akreditasi. Upaya pemenuhan standar tersebut dilakukan melalui pembenahan sarana dan prasarana serta berbagai persiapan lainnya agar Klinik Pratama DPD RI mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas. (MM)

 

Komentar