Segera Dikukuhkan Gubernur 70 Suku Bergabung di FEK

Berita Utama89 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Sedikitnya 70 suku yang tergabung dalam organisasi lokal masing-masing kini memiliki tempat bernaung yakni Forum Emas Khatulistiwa (FEK). Kepengurusan FEK periode 2026-2031 rencananya akan dikukuhkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru, di Hotel Swarna Dwipa, Palembang Jumat (4/9/2026) mendatang.

Menurut Ketua Umum FEK, Ghofar Pasolong, para pengurus merasa lega karena sudah menunggu cukup lama akhirnya Gubernur berkesempatan untuk mengukuhkan. Setelah pengukuhan ini para pengurus akan melaksana sejumlah program yang pada intinya adalah menjaga Sumsel tetap kompak dan zero conflict.

Menurut Gofar pendirian FEK ini atas inisiatif sejumlah figur yang memang cinta persatuan dan perdamaian antar suku yang tinggal di Sumsel yang terdiri dari berbagai elemen suku antara lain Maramis, Khaidir Kalingi, Gofar Pasolong, Bambang Karyanto, Ustadz Suskito, Firmansyah, Yuyun Mahyuni, Riana Sari, dan Yohannes, serta wartawan senior Dr. Hadi Prayogo.

“Setelah pengukuhan yang kami lakukan menggelar Muswil (musyawarah wilayah), karena prinsipnya setiap kegiatan FEK harus diketahui dan disetujui pengurus dan anggota lainnya,” kata Gofar yang pernah memimpin Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) serta organisasi berkaitan dengan transportasi kapal laut yang memang menjadi bisnisnya.

Organisasi kesukuan yang menyatakan bergabung antara lain KKSS, Fokku, IKA Muratara, IKM Mura, Himkoup Sumsel, Himma Aceh, PSMTI Sumsel, PITI Sumsel, Ikawangi, Pujasuma, IKA Banjarmasin, IKA Papua, IKA Gorontalo, IKA Pasundan, IKA Kawanua, IKA Pasundan, Lampung Sai dan sekitar 70 organisasi kesukuan lainnya.

Seperti diberitakan FEK sebelumnya bernama Tim Emas atau Elemen Khatulistiwa yang berkiprah mendukung pasangan HDCU dalam Pilgub Sumsel 2024. Namun selepas Pilgub, anggota dan pengurus berniat untuk meneruskan menjadi organisasi masyarakat yang menghimpun suku-suku yang berdomisili di Sumsel sehingga tercipta keguyuban dan kerukunan.

“Kita memandang tokoh-tokoh senior seperti Pak Maramis, Pak Khaidir Kalingi dan tokoh-tokoh muda. Sudah ada gambaran program tapi kita menunggu pengukuhan dulu baru bergerak. Sumsel membutuhkan organisasi antar suku untuk menjamin kerukunan yang sudah terjalin sejak lama,” kata Gofar Pasolong yang pernah menjadi anggota DPRD Banyuasin dua periode.

Menurut Gofar Pasolong, meskipun ada juga organisasi masyarakat sejenis FEK namun pihaknya tidak berniat untuk mengajak anggotanya masuk FEK. Tapi kalau ada paguyuban kesukuan yang masuk FEK akan diterima, namun FEK tidak akan menawari namun menerima jika mereka mau masuk.

“Jadi kesadaran diri masing-masing, mau masuk FEK silakan kami terima namun kami tidak akan mengajak,” tegasnya.
Sementara Suskito, tokoh muda yang menjadi Sekjen FEK juga sangat antusias terselenggaranya pengukuhan ini. “Kawan-kawan sudah menunggu, nanti setelah pengukungan baru dicanangkan program,” kata Suskito yang juga Ketua Forpess (forum pengelola pesantren) Palembang.

Sedangkan Hadi Prayogo juga mengaku bangga FEK sudah terbentuk menjadi ormas yang terdaftar di Kemenkumham dan Kesbangpol Sumsel, serta dikukuhan Gubernur Herman Deru “Dulu semasa masih proses Pilgub, saya diminta kawan-kawan untuk menjadi ketuanya. Lalu dalam perjalanannya setelah Pilgub, saya mundur dan digantikan Pak Gofar Pasolong yang memang lebih pengalaman di bidang organsisai kesukuan,” kata Hadi yang juga Ketua Harian Perkumpulan Doktor Sumatera Selatan.

Komentar