Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi Tahun 2023 Dan Penguatan Peranan KP3

Uncategorized858 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co.id – Rapat koordinasi pupuk bersubsidi tahun 2023 dan penguatan peranan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) provinsi Sumatera Selatan. Bertempat di Hotel Novotel Palembang, Selasa (31/01/2023).

Hadir dalam rapat Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Kepala Dinas Pertanian Sumsel Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono M.Si., Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Ir. Agus Darwa. M.Si., Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Peternakan Sumsel Ir. Ruzuan Effendi MM., Perwakilan PT. Pusri, Perwakilan Bank BRI, dan OPD terkait.

Gubernur Sumsel Herman Deru Dalam Sambutannya saat membuka acara menghimbau kepada seluruh Bupati dan Walikota yang ada di Sumsel untuk memaksimalkan penyerapan pupuk oleh petani karena saat ini kekurangan pupuk bersubsidi yang biasa dikeluhkan para Kepala Dinas Pertanian di Kab/Kota di Sumsel sudah terjawab.

“Alokasi pupuk Sumsel tahun 2023 meningkat tajam hingga 107% dari sebelumnya 150 ribu ton menjadi 250 ribu ton untuk pupuk urea, demikian juga untuk pupuk NPK meningkat dari sebelumnya 90 ribu ton menjadi 188 ribu ton,” Ucap Deru.

Baca Juga  Roudhatul Jannah; Hasil Reses Masih Yang Harus Di Benahi Tentang Infrastruktur

Herman Deru menuturkan, Dari data kebutuhan pupuk tersebut dapat mengakomodir semua kebutuhan petani di Sumsel, tak lepas dari peran hampir 2000 penyuluh yang direkrut Pemprov, sehingga setiap kebutuhan pupuk petani terinput.

“Sekarang kebutuhan pupuk itu sudah dijawab Menteri pertanian dan diproduksi Pupuk Indonesia untuk di Sumsel itu Pusri, jadi tidak ada lagi kuota yang tidak terakomodir,” Tuturnya.

“Kita perlu memaksimalkan penginputan penyerapan pupuk yang saat ini hanya sebagian agar dapat mempertahankan pengalokasiannya di tahun berikutnya, untuk mendukung peningkatan produktifitas pertanian maupun perkebunan di Sumsel,” Bebernya.

Dulu itu ada RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok), dan sekarang diganti menjadi by name by adress yang inputnya baru 60%. “Saya tekankan kepada Kadis Pertanian, Camat, Kades, Lurah dan petani untuk input ini dan jangan sampai lagi mengatakan bahwa kuota kurang. ini adalah tanggungjawab bersama semua pihak, agar input ini dipercepat sehingga alokasi yang banyak ini tidak dipangkas lagi,” Tegasnya

Baca Juga  Pj Bupati Apriyadi Lantik 86 PPPK Nakes di Muba

Di sinilah peranan Komisi Pengawasan Pupuk dan juga aparat untuk lebih memperhatikan pendistribusian Pupuk, karena pupuk belum dikatakan bersubsidi jika masih di mobil atau di dalam gudang dan belum sampai ke petani.

“Pupuk itu dikatakan bersubsidi bersu jika sudah ditandatangani petani baru kemudian ditebus ke pihak yang ditunjuk pemerintah. Inilah gunanya ada pengawasan di kab/kota juga,” Tukasnya.

Sementara itu, Kepala PP Penjualan Wilayah II PT. Pupuk Indonesia menambahkan, Kami sudah melakukan rapat koordinasi mengenai KP3 pengawas Pupuk bersubsidi. Intinya PT Pupuk indonesia mendukung penuh segala tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah untuk menanggulangi segala kendala dan kecurangan yang ada di lapangan.

Baca Juga  Anggota Subbid Provos Bid Propam Polda Sumsel Amankan Pelaku Pencurian Ponsel

“Kami menyediakan stok dan seluruh sarana untuk menunjang alokasi untuk di Sumsel ini untuk mencapai 100 persen dan mencapai enam tempat,” Terangnya.

Dengan diselenggarakannya acara ini kami dari PT Pupuk Indonesia berharap semua distributor dan para kios-kios pupuk yang ada di Sumsel ini dapat paham atas skema atau plucat dari penyaluran pupuk.

“Mereka dapat bekerja sama dengan aparat hukum, serta dapat menindak tegas apabila terjadi kecurangan dilapangan,” pungkasnya.

(niken)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar