Perkuat Ekosistem Budaya, Forwida Sumsel dan Disbudpar Bahas Program Kolaboratif

Berita Utama44 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar audiensi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel, Rabu (29/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi dalam pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, hingga berbagai program strategis yang akan dijalankan bersama.

Ketua Umum Forwida Sumsel, Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, M.T., CIAP, mengatakan Forwida merupakan wadah yang menghimpun berbagai unsur pentahelix, mulai dari akademisi, budayawan, pemerintah, media, hingga pelaku usaha.
Menurut Diah, secara legal organisasi tersebut berbadan hukum Yayasan Wisata dan Budaya setelah nama Forum Pariwisata dan Budaya Sumatera Selatan tidak dapat didaftarkan sebagai badan hukum di Kementerian Hukum dan HAM.

“Selama ini Forwida menjadi mitra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian, serta Dinas Koperasi. Kami hadir bukan sebagai oposisi, tetapi sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program-program pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di Sumatera Selatan,” kata Diah didampingi jajaran pengurus lain diantaranya Toni Panggarbesi , Dr Asmawati, Dr Isabella , Raden Genta Laksana , Ika Swastika
Diah memaparkan, sejak berdiri Forwida telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari festival budaya, lomba pantun bahasa Palembang, pelatihan pembuatan tanjak dan gandik, pelestarian huruf Kaganga, pelatihan seni lacquer, lomba lagu daerah, hingga berbagai forum diskusi kelompok (FGD), seminar nasional, webinar, dan kunjungan ke sentra industri kreatif.
Selain itu, Forwida juga aktif melakukan pendampingan kepada pelaku usaha budaya dan ekonomi kreatif di berbagai daerah, termasuk pengrajin tikar purun di Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi para pengrajin adalah minimnya inovasi produk dan keterbatasan peralatan produksi.

“Saat ini kami sedang melakukan riset untuk membuat mesin pemipih purun bersama Dinas Perindustrian. Desainnya sudah selesai dan akan memasuki tahap pembuatan prototipe sebelum dilakukan uji kinerja,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut, Forwida juga mengusulkan kerja sama dengan Disbudpar Sumsel untuk mendorong berdirinya Fakultas Budaya di Universitas Sriwijaya (Unsri).

“Kami berharap bisa bersama-sama dengan Disbudpar dan Balai Pelestarian Kebudayaan menghadap Rektor Unsri untuk mengusulkan pembentukan Fakultas Budaya sebagai upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si., menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan pemerintah terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai komunitas maupun organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan sektor budaya dan pariwisata.

“Kami mengapresiasi keberadaan Forwida. Mengembangkan pariwisata dan kebudayaan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi seluruh unsur pentahelix,” kata Rudi.

Menurut Rudi, budaya merupakan kekuatan utama pariwisata Sumatera Selatan yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun konektivitas destinasi wisata di Sumatera agar paket wisata antarprovinsi dapat saling terhubung dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Selain itu, Disbudpar Sumsel terus mendorong penguatan ekosistem seni dan budaya, termasuk membantu pemasaran karya seniman lokal melalui kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

“Kita harus mencari solusi bersama. Misalnya karya pelukis lokal bisa dipajang di hotel-hotel di Sumatera Selatan sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi media promosi budaya daerah,” ujarnya.
Rudi menambahkan, pengembangan pariwisata Sumsel juga membutuhkan penguatan narasi atau storytelling terhadap setiap destinasi wisata dan situs budaya agar memiliki daya tarik lebih besar bagi wisatawan.

Selain itu pihaknya juga di berikan Amanah Gubernur Sumsel untuk menggagas pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sumsel yang hingga kini terus berproses.

Komentar