Komisi III DPR Apresiasi Respons Aparat Tangani Bentrokan Setokok Kepri

Nasional50 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengendalikan situasi pascabentrokan di kawasan Setokok, Jembatan 3 Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Politisi Golkar ini meminta Polda Kepri dan Polresta Barelang tidak hanya fokus pada penanganan pascakejadian, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan guna mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.

“Saya mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan seluruh pihak terkait yang telah bergerak mengendalikan situasi pasca bentrokan di Setokok. Yang terpenting sekarang adalah memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi bentrokan susulan,” tegas Rizki, Selasa (15/9/2029).

Legislator Dapil Kepri ini menekankan, aparat perlu memperketat pengamanan di lokasi kejadian maupun titik-titik yang berpotensi menjadi sumber konflik lanjutan. Hal itu penting untuk mencegah adanya aksi balasan yang justru memperluas persoalan.

“Polda Kepri dan Polresta Barelang perlu terus memperkuat langkah preventif. Jangan sampai ada aksi balasan atau bentrokan susulan yang kemudian membuat persoalan semakin meluas,” ujarnya.

Di sisi lain, Rizki mendorong aparat melakukan penegakan hukum secara tegas, terukur, profesional, dan objektif terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam bentrokan. “Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Tetapi prosesnya harus tetap profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti. Ini penting agar masyarakat mendapatkan rasa keadilan sekaligus kepastian hukum,” katanya.

Rizki juga menekankan pentingnya penyelesaian akar persoalan apabila bentrokan tersebut berkaitan dengan sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, setiap persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, bukan dengan menggunakan kekerasan. “Kalau ada persoalan atau sengketa, selesaikan melalui jalur hukum. Bukan dengan kekerasan. Negara memiliki mekanisme hukum untuk menyelesaikan setiap persoalan,” ungkapnya.

Selain penegakan hukum, Rizki meminta aparat dan seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi dengan masyarakat serta pihak-pihak yang berselisih. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah konflik berkembang lebih luas.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperkeruh suasana. “Yang kita jaga bukan hanya situasi hari ini, tetapi juga jangan sampai persoalan ini meninggalkan konflik baru di kemudian hari. Masyarakat harus merasa aman, dan setiap persoalan harus diselesaikan melalui hukum,” katanya.

Bentrokan terjadi di kawasan Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, Senin (14/9). Berdasarkan keterangan Polresta Barelang, bentrokan berkaitan dengan konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama dan sebelumnya telah beberapa kali diupayakan penyelesaiannya melalui mediasi. Polisi juga menegaskan bentrokan tersebut bukan merupakan konflik SARA.

Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Aparat gabungan Polda Kepri, Polresta Barelang, dan TNI kemudian melakukan pengamanan di lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat.

Sejumlah orang juga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapolda Kepri menyampaikan penyidik masih memeriksa sekitar 10 saksi dari pihak-pihak yang terlibat maupun warga sekitar.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa sekaligus menentukan pertanggungjawaban hukum masing-masing pihak. (MM)

Komentar