Wakil Ketua Komisi IV DPR Minta BNPB Mengorkestasi Potensi Ancaman El Nino

Nasional35 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman mendorong pemerintah, menugaskan BNPB mengorkestasi pengumpulan data ancaman beserta potensi dampak yang akan menyertai fenomena El Nino yang beriringan dengan musim kemarau di tahun 2026 ini.

“Data yang akurat, akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Juga akan memudahkan DPR melakukan pengawasan dan evaluasi,” terang Alex, Rabu (29/7/2026).

Dorongan ini disampaikan Alex, merespon langkah antisipatif yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan jajarannya, merancang langkah menghadapi musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino pada rapat terbatas, Selasa (28/7/2026).

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada bulan Juli hingga September 2026. Puncak kemarau pada bulan Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia.

Sementara, pada bulan Agustus, puncak kemarau terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) dan 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) di bulan September.

“Potensi masalah yang akan dihadapi di setiap daerah, akan berbeda satu sama lain sesuai karakteristiknya masing-masing. Karenanya, kemampuan BNPB mengorkestrasi pengumpulan data, akan menghasilkan langkah antisipasi secara lebih akurat, terukur dan tepat sasaran,” terang Alex.

Alex kemudian mencontohkan Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang selama ini jadi langganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Nyaris setiap tahun, Karhutla jadi peristiwa berulang di 7 provinsi itu. Kementrian Kehutanan sebagai leading sector, tak boleh membiarkan kejadian ini seperti kita merayakan ulang tahun,” tegas Alex.

“Kementrian Kehutanan, harus mampu merancang langkah antisipatif sehingga duka di tahun kemarin, kehilangan nyawa personel Manggala Agni termasuk TNI dan Polri yang menunaikan tugas negara memadamkan Karhutla, tidak berulang lagi” tambah Alex yang juga Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI

Ditegaskan Alex, perangkat perlindungan diri petugas yang diterjunkan memadamkan Karhulta, hanya seadanya. Kemudian, lokasi Karhutla yang ditengah rimba belantara, juga tantangan yang tidak sederhana.

“Sepantasnya, kita merencang rencana lebih komprehensif sehingga bisa menutup celah munculnya korban jiwa,” tambah Alex yang juga Ketua PDIP Sumatera Barat itu.

Kawal Ketahanan Pangan

Berbarengan dengan itu, Alex juga meminta Kementrian Pertanian, mendorong kepala daerah di semua tingkatan, menyusun langkah antisipatif sesuai kearifan lokal masing-masing daerah.

Yang paling paham karakteristik daerah, tegas Alex, tentu saja para pemimpinnya. Kementrian Pertanian, harus terbuka dengan masukan daerah dalam menjawab tantangan El Nino yang disertai kemarau.

“Di antara kearifan lokal yang diharapkan itu, tentang upaya menjaga ketersediaan air dan melindungi sektor pertanian dalam kerangka mempertahankan swasembada beras,” tegas Alex yang juga Ketua Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI.

Diketahui, BMKG telah memproyeksikan peluang terjadinya El Nino di Indonesia mencapai kategori sangat kuat hingga 75 persen dan diperkirakan bertahan hingga Oktober 2026.

El Niño adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Fenomena ini kemudian memicu penurunan curah hujan, udara yang lebih kering dan kemarau yang lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia. (MM)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar