Penguatan SDM Pendidikan dan Edukasi Ketahanan Pangan, Sumsel Siapkan Generasi Tangguh

Berita Utama131 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id– Sektor pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat penguatan signifikan dengan diserahkannya Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan penugasan kepada 4.091 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Penyerahan SK ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru di lingkungan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., mengatakan penyerahan SK dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh proses administrasi berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, hari ini dan Selasa mendatang SK PPPK paruh waktu untuk 4.091 orang diserahkan. Kami mengucapkan selamat dan berharap seluruh pegawai dapat bekerja dengan dedikasi serta tanggung jawab penuh,” ujar Mondyaboni di Palembang.

Ia menegaskan bahwa status baru sebagai PPPK harus diiringi dengan perubahan pola pikir dan semangat berinovasi. Para pendidik diharapkan tidak terjebak dalam rutinitas, melainkan mampu menghadirkan ide-ide kreatif yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas peserta didik.
“Setiap hari harus ada inovasi. Kita membutuhkan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi kemajuan siswa di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Sejalan dengan semangat inovasi tersebut, SMK Negeri 2 Palembang turut mengambil langkah konkret melalui penguatan edukasi ketahanan pangan. Di bawah kepemimpinan Kepala SMKN 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si., sekolah ini mengintegrasikan program ketahanan pangan sebagai muatan lokal wajib.
Lahan sekolah dimanfaatkan secara produktif dengan menanam berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, terong, dan kencur, serta tanaman tahunan seperti sirsak, kelapa, dan kelengkeng.

“Tujuannya adalah edukasi. Kami ingin membentuk mentalitas siswa agar lebih produktif. Jika mereka mampu menanam sendiri, minimal kebutuhan dapur bisa terpenuhi, bahkan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan,” kata Suparman.

Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi dukungan pemerintah melalui kurikulum muatan lokal dan kegiatan ko-kurikuler resmi. Ia juga mendorong para siswa untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh di rumah masing-masing, meskipun dengan lahan terbatas menggunakan media polybag.

Di sela kegiatan tersebut, Suparman turut memberikan refleksi dalam momentum peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan pentingnya nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang terkandung dalam perintah salat.
“Intinya adalah perintah salat. Dari sana kita belajar tentang kedisiplinan dan tanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan,” pungkasnya.

Dengan penguatan status ribuan tenaga pendidik serta integrasi kurikulum berbasis kemandirian dan ketahanan pangan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh, mandiri, dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman. (niken)

Komentar