Nusa Economy Expo 2026 Dari Desa Menggerakan Indonesia

Berita Utama454 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id  – Sebuah even akbar bakal dilaksanakan di Palembang yang digagas Perkopdesi (Persatuan Ekosistem Desa Mandiri), yakni Nusa Economy Expo 2026. Rencananya kalau tidak ada aral melintang akan diselenggarakan di GOR Dempo Jakabaring Sport City, pada 11-13 Desember mendatang.

Perkopdesi adalah organisasi beranggotakan sebagian besar adalah baeradan koperasi baik itu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) baik yang dikelola Agrinas/Kementrian Koperasi maupun yang mandiri, UMKM, pelaku usaha, dan dunia industri. “Kami berupaya membangkitkan ekosistem untuk membangkitkan pembangunan di desa,” kata Bendahara Umum Perkopdesi Alya Maqdis didampingi Sekjen Aspuda Ferdiansie, juga Purwadi insan pers dari Baturaja, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut juga akan diselenggarakan pemecahan rekor baru Muri, BMC (business model canvas) KDKMP dari sisi peserta terbanyak. “Selama ini memang belum ada rekor muri tentang BMC KDKMP karena itu kami berusaha untuk mencatatkan ke rekor Muri. Diperkiranakan akan dicatatkan pada rekor Muri BMC kurang lebih 1.000 item.
BMC memang menjadi tujuan utama Perkopdesi yakni menggabungkan bisnis koperasi di seluruh Indonesia. Menjadi tugas Perkopdesi kemudian mencarikan investor bagi pengembangan bisnis yang dilaksanakan koperasi di seluruh Indonesia.

“Para investor akan kita tawari untuk bekerjasama dengan bisnis yang dibangun di koperasi sehingga saling menguntungkan,” tambah Aspudi yang asal Lubuklinggau.

Nusa Economy Expo ini diestimasikan dihadiri sekitar 1.000 – 1.500 delegasi, 50 – 60 booth expo, sekitar 1.000 business model canvas, business matching, kementrian terkait dan seluruh KDKMP se Indonesia.
Sedangkan tujuan dari expo ini adalah membangun platform nasional ekonomi desa berbasis koperasi, kewirausahaan, produk, pasar dan kemitraan. Serta mendorong KDKMP naik kelas dari sekadar unit operasional menjadi entitas bisnis yang memiliki model bisnis terstruktur.

Sedangkan tujuan utamanya adalah mengonsolidasikan KDKMP dan stakeholder ekonomi desa dari seluruh Indonesia, menghasilkan BMC KDKMP secara serentak dan berskala nasional, membuka akses pasar, buyer, offtaker, investor, pembiayaan, teknologi dan rantai pasok.
Selain itu juga membangun database bisnis KDKMP nasional berbasis BMC, mendorong MOU/LOI/Kemitraan yang dapat ditindaklanjuti pasca even. “Selain itu membentuk agenda tahunan nusa economy expo sebagai platform nasional,” jelas Alya dan Aspudi.

Tentang Perkopdesi, baik Alya maupun Aspudi optimis akan mendapat respon dari dunia koperasi di negeri ini. Karena keberadaan Perkopdesi adalah untuk memperkuat bisnis koperasi, menghubungkan satu sama lain sehingga bisnis yang dikelola koperasi semakin kuat.
Dalam kesempatan baik Alya maupun Aspudi menawari Ketua Forum CSR Sumsel Dr. Hadi Prayogo untuk memperkuat jajaran Perkopdesi di Sumsel dengan menjadi Ketua Dewan Pembina. Permintaan itu disambut baik oleh Hadi yang juga dikenal sebagai wartawan senior di Sumsel.

“Niat Perkopdesi baik dan untuk masyarakat, permintaan ini saya terima. Semoga pemikiran saya bermanfaat,” katanya.

Komentar