Muara Enim Sumselpost. co.id -Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Des Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut, setidaknya telah menimbulkan asap pekat yang meluas.
Tidak hanya asap saja, namun akibat insiden karhutla di Desa Gumai tersebut, juga berimbas ke kebun sawit dan kebun karet warga mengalami mati dan kerugian bagi pemilik kebun tersebut.
Salah satunya kebun sawit milik warga Gumai bernama Muzi Bin Muchtar yang memiliki kebun sawit seluas 1 Hektar tersebut, juga mati terkena imbas Karhutla.
Kusnadi Sanusi warga Gumai mengatakan, bahwa akibat musim kemarau dan panas saat ini hingga terjadi Karhutla tersebut, setidaknya terdapat beberapa kebun karet dan sawit warga terbakar karena lokasi kebun warga tidak jauh dari hutan,” ungkap Kusnadi (26/08)
Dikatakannya, bahwa terbakarnya kebun karet yang merupakan tulang punggung perekonomian warga tersebut, kini hanya menyisakan puing-puing ranting maupun batang pohon yang jadi abu,” kata Kusnadi Sanusi pada media ini (26/08).
Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, bahwa Karhutla di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut, telah memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan menyelimuti wilayah tersebut dengan kabut asap pekat pada jelang akhir bulan Agustus 2026 ini.
Adapun dampak dan situasi dilapangan tersebut, kabut asap pekat dampak dari kebakaran ini menyebabkan kabut asap tebal menyelimuti wilayah Gelumbang Raya.
Jarak pandang warga terganggu secara signifikan dari pagi hingga sore hari.
Sementara kenaikan kasus ISPA, pihak RSUD Gelumbang melaporkan terdapat peningkatan kunjungan pasien rawat jalan akibat penyakit pernapasan. Tercatat sedikitnya 12 kasus komplikasi paru seperti bronkopneumonia, bronkitis, dan asma akibat paparan asap.
Dari informasi yang dihimpun, bahwa berdasarkan akumulasi dan rentetan titik api di puncak musim kemarau ini, luas lahan terbakar di area Desa Gumai dan Desa sekitarnya dilaporkan melebihi 10 hektar.
Upaya penanganan petugas pemadam kebakaran, melalui tim gabungan yang terdiri dari Polsek Gelumbang, Manggala Agni Daops Sumatera, BPBD, Koramil, hingga perangkat desa serta dibantu warga terus bergerak melakukan ground check dan penyiraman yang di area tersebut terdapat medan dengan tantangan berat karena karakteristik lahan yang kering, serta tiupan angin kencang dan minimnya sumber air, dan juga jalan ke titik api yang sulit dilalui kendaraan taktis.(jn.red)

















Komentar