‎Ziarah dan Tabur Bunga, PKB Pujakesuma Sumsel Ajak Paguyuban Lintas Etnis Rawat Nasionalisme dan Persaudaraan di HUT RI ke 81

Berita Utama180 Dilihat
banner1080x1080

Palembang ,Sumselpost.co.id – Pimpinan Wilayah Perkumpulan Keluarga Besar Pujakesuma (PW PKB Pujakesuma) Provinsi Sumatera Selatan menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, Sabtu (22/8/2026).

‎Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua PW PKB Pujakesuma Sumatera Selatan, Hernoe Roesprijadji, S.I.P., M.H., M.Si., tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ziarah dan tabur bunga juga diikuti jajaran pengurus serta anggota Pujakesuma dari berbagai tingkatan, bersama sejumlah paguyuban dan organisasi kemasyarakatan.

‎Sejumlah paguyuban yang hadir antara lain Paguyuban Jawa Timur, Ikatan Keluarga Besar Pati (IKBP), Padjajaran Siliwangi Nusantara, Komunitas Seniman Jati Waseso, Paguyuban Warga Ponorogo (Pawargo), Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi), hingga Barongsai Shui Long.

‎Hernoe Roesprijadji mengatakan, ziarah dan tabur bunga tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

‎“Tujuannya adalah memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para arwah pahlawan yang telah berjasa berjuang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Hernoe.

‎Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi generasi saat ini untuk meneruskan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, perjuangan tanpa pamrih serta keikhlasan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Yang masih hidup ini harus bisa mengambil nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, perjuangan tanpa pamrih, ikhlas, yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

‎Lebih dari itu, kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpaguyuban masyarakat Jawa dan berbagai komunitas di Sumatera Selatan. Hernoe berharap semangat kebersamaan itu terus dirawat dengan hidup rukun, saling membantu dan bergotong royong demi kemajuan Palembang dan Sumatera Selatan.

‎“Kegiatan ini merupakan sarana silaturahmi seluruh paguyuban orang-orang Jawa yang ada di Palembang maupun Sumatera Selatan agar tetap terjalin persaudaraan, hidup rukun dan damai bersama warga yang lain,” tuturnya.

‎Hernoe menegaskan, kegiatan serupa akan diupayakan menjadi agenda rutin setiap tahun. Hal tersebut sejalan dengan fokus Pujakesuma yang tidak hanya bergerak di bidang seni dan budaya, tetapi juga sosial serta kemasyarakatan.

‎Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatera Selatan, H. Suroso, S.E., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, ziarah makam pahlawan menjadi sarana untuk mengingat kembali jasa para pejuang sekaligus memperkuat hubungan antarwarga dan paguyuban.

‎“Kita di sini hidup berdampingan, menghormati dan menghargai jasa pahlawan yang telah mendahului kita. Sesama paguyuban mari kita saling menguatkan,” ujar Suroso.

‎Ia juga mengapresiasi ruang kebersamaan yang terbangun di Sumatera Selatan sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berinteraksi, berkarya dan memberikan warna bagi daerah dengan tetap menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika.

‎Perwakilan Pawargo/Paguyuban Reog Ponorogo, Mujianto, turut menyampaikan apresiasinya karena paguyubannya dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia berharap momentum seperti ini dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda agar mengenal dan menghargai jasa para pahlawan.

‎Mujianto juga mendorong semakin banyak komunitas dan paguyuban dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam kegiatan serupa. Menurutnya, kebersamaan lintas paguyuban merupakan kekuatan penting dalam membangun persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Palembang.

‎Sementara itu, Ketua Barongsai Shui Long, Leonardo, menilai keterlibatan komunitasnya dalam tabur bunga merupakan bentuk nyata semangat nasionalisme. Ia berharap hubungan antarkomunitas semakin erat dan dapat berkembang bersama.

‎“Yang penting tetap jaga solidaritas, jangan menjatuhkan satu sama lain. Mari kita berkembang bersama. Tidak hanya dari komunitas Barongsai, tetapi juga merangkul komunitas lain seperti Reog Ponorogo,” kata Leonardo.

‎Semangat tersebut menjadi pesan penting dari kegiatan ziarah dan tabur bunga PKB Pujakesuma Sumsel. Di tengah keberagaman suku, budaya dan komunitas, penghormatan kepada jasa pahlawan menjadi titik temu untuk memperkuat persatuan, menjaga solidaritas dan bersama-sama merawat Indonesia

‎Laporan :mar

Komentar