Palembang, Sumselpost.co.id — Upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) digelar di kompleks Perguruan Muhammadiyah, Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran sekolah, guru, karyawan, serta para siswa.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) PCM SU 1 Palembang, Kms. Sofyan Abdullah, S.Pd. Dalam amanatnya, ia membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang menekankan pentingnya pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa pemerintah tengah menjalankan sejumlah kebijakan strategis guna mewujudkan transformasi pendidikan nasional.
Kebijakan pertama adalah revitalisasi dan digitalisasi pendidikan, melalui perbaikan fasilitas sekolah serta penyediaan papan interaktif digital untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern.
Kedua, peningkatan kualitas guru dilakukan melalui pemberian beasiswa pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Selain itu, kesejahteraan guru juga terus ditingkatkan melalui program sertifikasi.
Ketiga, penguatan karakter siswa diwujudkan melalui penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) serta Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Keempat, peningkatan literasi, numerasi, dan STEM menjadi fokus dalam mengembangkan kemampuan akademik siswa, khususnya di bidang sains dan teknologi.
Kelima, pendidikan inklusif terus diperkuat guna memastikan layanan pendidikan dapat diakses oleh seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
Upacara Hardiknas tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2, SMP Muhammadiyah 5, dan SMA Muhammadiyah 9 Palembang, bersama dewan guru, karyawan, serta para siswa dari ketiga sekolah tersebut.
Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, diharapkan seluruh elemen pendidikan semakin berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran demi mencetak generasi unggul Indonesia.












Komentar