Temui Sultan Palembang, Budayawan Muara Enim Silaturahmi ke Istana Adat Bahas Pelestarian Budaya Sumsel

Berita Utama80 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id — Budayawan asal Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Gusti Sajid Al Akbar, melakukan silaturahmi ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Minggu (15/2/2026) sore.

Kedatangan Gusti Sajid Al Akbar disambut langsung oleh Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin IV RM Fauwaz Diraja, didampingi Dato’ Pangeran Suryo Febri Irwansyah (Vebri Al Lintani), Dato’ Pangeran Suryo Kemas Ari Panji, Iman Kasta, Raden Genta Laksana, serta Ketua Kasta Sumsel yang baru, Sayid Khalid Asseggaff.

Dalam pertemuan tersebut, Sultan Palembang menyambut baik kedatangan budayawan dari Muara Enim tersebut. Ia menilai silaturahmi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring pelestarian adat dan budaya di Sumatera Selatan.

“Saya senang karena ini menambah lagi kawan. Dialog kebudayaan seperti ini sangat penting sebagai sarana bertukar informasi tentang adat dan budaya Sumsel,” ujar Sultan Mahmud Badaruddin IV.
Menurutnya, diskusi ini dapat memperkuat hubungan antara Kesultanan Palembang Darussalam dengan para tokoh adat di berbagai daerah. “Tentu ini akan memperkuat jaringan kebudayaan kita,” tambahnya.

Sementara itu, Gusti Sajid Al Akbar menjelaskan, kunjungannya ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus membahas upaya pelestarian adat dan budaya Nusantara.

“Kalau ada peninggalan bersejarah, saya tidak mungkin menutupinya. Kita harus tindak lanjuti dan gali kembali sejarah kita, bukan hanya Sriwijaya, tapi juga Majapahit. Di Sungai Enim ternyata banyak sejarah yang bisa kita bongkar,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali identitas budaya lokal, seperti tanjak, kopiah resam, dan kopiah hermas, yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat Sumatera Selatan.
“Kalau bisa, kita jalin kerja sama, cari daerah yang punya pelatihan, lalu kita kembangkan agar bisa menjadi ikon budaya kita,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gusti Sajid Al Akbar juga membawa sejumlah benda pusaka, di antaranya naskah kuno, tanduk kerbau atau cula badak, serta kopiah hermas.

“Kita membudayakan kembali budaya lama, budaya kuno, dan mengembalikannya ke kehidupan sekarang. Modern boleh, tapi jangan lupa membudayakan budaya lama,” ujar pria yang merupakan pensiunan TNI ini.

Pada kesempatan yang sama, Sultan Palembang Darussalam turut memperlihatkan sejumlah peninggalan Kesultanan Palembang, di antaranya stempel Sultan Mahmud Badaruddin II, Alquran tinta emas peninggalan Kesultanan Turki Usmani, serta jubah milik Sultan Mahmud Badaruddin II.

Komentar