Sultan Palembang Tekankan Arti Penting Menjaga Arsip Untuk Membuka Sejarah Di Masa Lalu

Berita Utama597 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co.id – Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Organisasi Masyarakat, Perusahaan Swasta dan Masyarakat Tahun 2023, Kamis (9/11) di Hotel Emilia Palembang.

Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn yang menjadi narasumber menjelaskan kalau sejarah panjang Kesultanan Palembang Darussalam tidak terlepas dari arsip-arsip yang ada.

“ Dimana arsip-arsip tersebut tidak hanya milik Kesultanan Palembang Darussalam juga arsip-arsip dari berbagai sumber, ada pula dari catatan-catatan orang asing, catatan-catatan pelaut-pelaut sehingga mengetahui adanya Kedatuan Sriwijaya , Kesultanan Palembang Darussalam dan sejarah-sejarah lain dari arsip-arsip yang ada,” katanya.

Dan tanpa adanya arsip-arsip ini baik arsip tertulis seperti dokumen-dokumen, poto-poto yang menarasikan sehingga kita akan tahu kebesaran kita dimasa lalu .

“ Dan anak cucu kita juga tahu ini lho bukti kita di masa lalu itu,” katanya.

Baca Juga  Proses PPDB SMA dan SMK di Sumsel Ditenggarai Melanggar Hukum

Arsiparis Ahli Madya Mochamad Satrianto, menekankan tata kelola arsip dibutuhkan untuk melestarikan nilai guna dan peruntukannya sebagai sumber informasi yang sah dalam mendukung kegiatan administrasi yang akuntabel dan transparan yang memainkan peran penting dalam pengembangan masyarakat dengan cara menjaga dan membantu memori individu maupun kolektif.

Hal senada dikemukaan Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel, Hj. Tarbiyah S.Pd., MM.

“Kami mengimbau pada ormas, perusahaan swasta dan masyarakat untuk melaporkan arsip yang bernilai sejarah ke Dinas Kearsipan,” katanya.

Menurutnya, arsip bersejarah begitu penting karena menjadi bukti sejarah.
Untuk itu diberikan edukasi pada ormas, perusahaan swasta dan masyarakat tentang pentingnya melaporkan arsip atau dokumen yang bernilai sejarah.

“Tanpa mereka kita tidak akan tahu ada dokumen atau arsip apa saja yang bernilai sejarah.”

Baca Juga  Mabes Polri Limpahkan Tiga Tersangka Merintangi Penambangan 

“Karena sejauh ini belum ada laporan arsip dari ormas, perusahaan swasta ataupun masyarakat.”

“Yang ada dari OPD,” katanya

Menurutnya, dengan adanya arsip paling tidak ada dokumen terkait sejarah yang ada.
Harapannya, dengan adanya kegiatan Bimtek ini semua elemen masyarakat mau melaporkan jika memiliki atau menemukan dokumen bersejarah ke Dinas Kearsipan.

“Kita juga berusaha di Dinas Kearsipan ini ke depannya bisa jadi tempat untuk kunjungan pariwisata bagi masyarakat dan sekolah-sekolah.”

“Dengan begitu masyarakat akan tahu arsip-arsip yang ada,” katanya

Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Nelson Firdaus menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung kegiatan yang diadakan Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel.

“Permasalahan kearsipan bukan hanya urusan pemerintah tetapi menjadi tanggung jawab kita semua.

Baca Juga  Minggu Masa Tenang, Bawaslu Muara Enim : Tidak Ada APK Dan Aktifitas Kampanye

“Kegiatan ini menjadi terasa penting bagi kita, untuk bersama-sama mewujudkan arsip sebagai pencatat sejarah dan arsip sebagai memori kolektif daerah,” kata Nelson.

Menurutnya, masyarakat perlu sadar akan pentingnya arsip.

Arsip bukan hanya untuk sebuah lembaga, namun juga ada di masyarakat.

“Mari bersama sama, berkaloborasi dalam menata menyelamatkan arsip untuk warisan bagi bangsa negara serta anak cucu kita diwaktu mendatang.”Melalui acara hari ini saya mengajak, saya menghimbau agar bapak ibu peduli dalam menyelamatkan arsip,” katanya.

Komentar