Ribuan Umat Islam Akan Padati Kawah Tekurep dalam Ziarah Akbar Palembang Darussalam Sambut 1 Muharam 1448 H

Berita Utama104 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Panitia Ziarah Akbar Palembang Darussalam akan menggelar kegiatan ziarah religi dan budaya yang dipusatkan di kawasan Pemakaman Kawah Tekurep, Palembang, pada 16 Juni 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 2.000 hingga 3.000 umat Islam dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Ziarah Akbar ini digagas sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi penghormatan kepada para ulama, sultan, tokoh penyebar Islam, serta para pendiri Kesultanan Palembang Darussalam yang memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Islam di Bumi Sriwijaya.

Ketua Panitia Ziarah Akbar Palembang Darussalam, Kemas Khoirul Mukhlis, mengatakan kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan setiap momentum Tahun Baru Islam atau 1 Muharam.

Menurutnya, ziarah tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan ke makam para tokoh terdahulu, tetapi juga sebagai sarana edukasi sejarah dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali kesadaran sejarah masyarakat Palembang terhadap jasa para ulama, aulia, sultan, dan tokoh yang telah berjuang menyebarkan Islam serta membangun peradaban Palembang Darussalam.

Ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah daerahnya,” ujar Kemas Khoirul Mukhlis saat melakukan survei ke sejumlah lokasi ziarah, Sabtu (30/5/2026).

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 14–15 Juni 2026 dengan ziarah ke sejumlah makam bersejarah di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir. Beberapa lokasi yang akan dikunjungi antara lain Makam Ario Dillah, Makam Ki Gede Ing Suro, Makam Ratu Sinuhun, Makam Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, hingga Makam Sido Ing Rejek di Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir.

Tokoh-tokoh tersebut dikenal memiliki kontribusi besar dalam sejarah perkembangan Islam dan pemerintahan Kerajaan Palembang hingga Kesultanan Palembang Darussalam. Selain menjadi pusat penyebaran Islam, Palembang juga pernah menjadi salah satu pusat peradaban Melayu-Islam yang berpengaruh di Nusantara.

Kemas menambahkan, selain mendoakan para leluhur dan tokoh agama yang telah wafat, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana introspeksi diri dalam menyambut pergantian tahun Hijriah.

“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi waktu untuk refleksi spiritual, memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan sesama umat, dan meneladani perjuangan para pendahulu,” katanya.

Puncak kegiatan yang akan digelar di kawasan Pemakaman Kawah Tekurep pada 16 Juni 2026 direncanakan dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, para tokoh agama, budayawan, akademisi, komunitas sejarah, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap warisan budaya dan sejarah Islam di Sumatera Selatan.

Panitia juga menyiapkan sejumlah rangkaian acara yang memadukan unsur religi, budaya, dan sejarah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ziarah, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan sejarah Palembang Darussalam kepada masyarakat luas.

Sebagai bagian dari persiapan, pada Sabtu (30/5/2026), panitia melakukan survei lapangan ke sejumlah lokasi makam yang akan menjadi titik pelaksanaan ziarah. Survei dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, akses jalur perjalanan, serta kenyamanan para peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
Lokasi yang dikunjungi antara lain Komplek Pemakaman Kerajaan Palembang Sabo Kingking, Komplek Pemakaman Ki Gede Ing Suro, dan Komplek Pemakaman Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno di kawasan 1 Ilir, Palembang.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan panitia juga bersilaturahmi ke kediaman Ustaz Ahmad Fauzi bin KH Abdullah Zawawi Idzom untuk meminta doa dan dukungan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Turut hadir dalam survei tersebut antara lain Kemas Khoirul Mukhlis, Vebri Al Lintani, RM Genta, Ali Goik, dan Dudy Oskandar.

Melalui Ziarah Akbar Palembang Darussalam ini, panitia berharap semangat menghormati sejarah, melestarikan warisan budaya Islam, serta memperkuat identitas Palembang sebagai kota yang memiliki akar peradaban Islam yang kuat dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu agenda religi dan budaya terbesar di Sumatera Selatan yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat persatuan dan kecintaan terhadap sejarah Islam Palembang Darussalam.

Komentar