Resmi Buka Munggah Budaya, Sultan Palembang Resmikan Penggunaan Gedung Kesenian Palembang

Uncategorized230 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co.id – Pemerintah Kota Palembang bersama Dewan Kesenian Palembang (DKP) dan Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) menggelar Munggah Budaya di Gedung Kesenian Palembang yang dulu bernama Balai Pertemuan, Minggu (25/5).

Sebelum digelar acara Munggah Budaya dilakukan peresmian penggunaan Gedung Kesenian Palembang yang dulu bernama Balai Pertemuan dengan diawali dengan pemotongan pita oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel) diwakili Kabid Kebudayaan Disbudpar Sumsel Cahyo Sulistyaningsih, Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) MS Iqbal Rudianto , Koordinator AMPCB, Vebri Al Lintani.
Acara Munggah Budaya sendiri secara resmi di buka langsung oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn.

Juga hadir diantaranya Sekretaris DKP sekaligus Ketua Pelaksana Munggah Budaya Qusoi SH, tokoh NU Sumsel Hernoe Roesprijadji SIP MH MSi , seniman nasional Bebi Johan Saimima, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Palembang Isnayanti Safrida, seniman dan budayawan kota Palembang.

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn mengapresiasi kegiatan Munggah Budaya tersebut.

Baca Juga  Hardiknas Jangan Lupakan Perjuangan Ki Hajar Dewantara

“ Alhamdulilah tadi di laksanakan Munggah Budaya dan juga selamat kepada Dewan Kesenian Palembang yang tahun ini telah mendapatkan sekretariat yang baru dan mendapatkan Gedung Kesenian Palembang yang memang dipergunakan untuk mengembangkan kesenian dan kebudayaan yang ada di kota Palembang,” katanya.

Ketua Pelaksana Munggah Budaya Qusoi SH mengatakan, pihaknya dalam menggelar acara ini mendapatkan dukungan para seniman dan budayawan di Sumsel terutama Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) yang ikut memotong rumput , membersihkan WC, memasang lampu dan lain-lain.

“Kami bersyukur dan bangga , puluhan tahun kami seniman kurang memiliki ruang publik atau ruang berekspresi , taman budaya di Jakabaring itu milik provinsi , jauh , dan ini sangat strategis di kota dan Insya Allah gedung ini dan halamannya akan kami berdayakan penuh mungkin setiap hari kami menggelar cara, terima kasih kepada kawan-kawan yang telah berjuang selama ini dari mulai titik nol sampai akhir kita bisa mempunyai gedung yang permanen,” katanya.

Dan dia berharap kedepan Walikota Palembang tetap memiliki kepedulian dengan seniman.

Baca Juga  Junaidi, Firdaus, dan M Yusuf Serahkan Senpira Ke Polsek Tanjung Agung

Dan pihaknya meminta Pemkot dan DPRD Palembang menganggarkan Dewan Kesenian Palembang (DKP) karena hari ini 1000 rupiah pun tidak ada.

Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) MS Iqbal Rudianto memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap semua tamu undangan yang hadir.

Dan ucapan terima kasih kepada seniman dan budayawan Palembang terutama jajaran Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) yang ikut membersihkan areal Gedung Kesenian Palembang sambil bernyayi.

“ Memang awalnya Gedung Kesenian ini awalnya tidak terurus dan memang sangat menyedihkan gedung ini, cuma karena semangat kawan-kawan seniman, budayawan dan Pemerintah Kota dan Provinsi dan stekholder, akhirnya gedung ini bisa dimanfaatkan terbukti hari ini dengan dimulainya dengan kegiatan pertama kito Munggah Budaya,” katanya.

Koordinator AMPCB, Vebri Al Lintani menjelaskan kalau arti Munggah adalah kenaikan dua pengantin diatas pelaminan.

“ Karena itu kita pakai kata Munggah , Munggah artinya kenaikan tapi setelah ini kegiatan –kegiatan kesenian melalui Gedung Kesenian Palembang naik terus , “ katanya.

Menurutnya acara Munggah Budaya di gelar selama tiga hari sejak hari ini dengan dilakukan pementasan sejumlah cabang seni sastra , music, teater, tari, film .

Baca Juga  Ayah Tiri di Merbau Lubuk Batang OKU Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil

“ Kita juga minta gedung ini di pugar kiri dan kanan terutama kusen dan lain-lain agar ini layak menjadi Gedung Kesenian Palembang dan saya minta Tim Ahli Cagar Budaya provinsi dan kota untuk sama-sama mengkaji gedung ini yang merupakan gedung cagar budaya,”katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel) diwakili Kabid Kebudayaan Disbudpar Sumsel Cahyo Sulistyaningsih bersyukur kalau Balai Pertemuan dikembalikan sebagai fungsinya sebagai Gedung Kesenian Palembang.

“ Dengan adanya Gedung Kesenian ini di Palembang maka kesenian di Palembang lebih menggeliat dan berimbas kepada kesejahteraan baik seniman dan masyarakat di kota Palembang,” katanya.

Sebelumnya Munggah Budaya di warnai dengan ceramah singkat, pembacaan yasin dan dilanjutkan pentas berbagai kesenian.

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar