Ratusan Mahasiswa Beri Kartu Merah ke Gubernur Herman Deru, Soroti Penanganan Karhutla

Berita Utama92 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id— Ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) dan universitas Islam Negri Raden Fatah palembang memberikan kartu merah kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sebagai bentuk protes terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan yang dinilai masih lambat.

Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terkait kondisi karhutla dan kabut asap yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Menanggapi aksi mahasiswa tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menangani sekaligus mencegah terjadinya karhutla.

Menurut Deru, kondisi cuaca dan fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Ia menyebut kemunculan titik api tidak dapat dipastikan secara tepat, baik terkait lokasi maupun waktu terjadinya.

“Kalau kita menyikapi El Nino, tentu harus dengan upaya pemadaman api. Terus tentu upaya pencegahan dari tahun ke tahun kita buat,” kata Herman Deru.

Ia menjelaskan, pemerintah memanfaatkan sistem pemantauan untuk mendeteksi titik panas atau hotspot. Namun, keberadaan hotspot baru dapat diketahui setelah indikator panas teridentifikasi.

Karena itu, pemerintah terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menangani karhutla, baik melalui pasukan darat maupun dukungan dari udara.

“Kita tentu akan terus berjuang dengan segala kemampuan yang kita miliki, baik pasukan darat, pasukan udara, juga doa,” ujarnya.

Deru menegaskan, karhutla dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor alam dan faktor manusia. Untuk kebakaran yang disebabkan oleh ulah manusia, ia memastikan proses penegakan hukum tetap dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Faktornya ada dua, faktor alam dan manusia. Kalau manusia, penegakan hukumnya sudah dilaksanakan sebijak mungkin,” katanya.

Dalam penanganan di lapangan, TNI, Polri dan masyarakat juga telah dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman maupun pencegahan karhutla.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, lanjut Deru, berupaya mengoordinasikan berbagai unsur tersebut agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal.

“Teman-teman TNI, Polri bersama masyarakat all out. Kami mengorkestrasi apa yang diperbuat oleh teman-teman di lapangan,” kata Deru.

Terkait aksi mahasiswa, Herman Deru menilai kedatangan mahasiswa ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menyampaikan aspirasi merupakan langkah yang tepat.

“Teman-teman mahasiswa datang ke Pemprov itu adalah alamat yang benar,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pun menyatakan akan terus mengoptimalkan langkah pemadaman, pencegahan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla.

Komentar