Rakorwil II Apeksi Sumbagsel Angkat Isu Stunting

Uncategorized399 Dilihat

Pagaralam, Sumselpost.co.id – Rakorwil II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)  yang dipusatkan di kota Pagaralam angkat isu Stunting. Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH dalam pidatonya tak lupa menyapa para Walikota ataupun utusan yang hadir pada apeksi.

Bentuk penyambutan digelarnya Semarak Gala Dinner para peserta Rakorwil II apeksi yang dipusatkan di Gedung SD Negeri 74,Senin malam (19/06). Suasana Gala Dinner semakin gemerlap dengan kehadiran artis ibukota,Charly Vanhouten dengan Setia Band yang membawakan sejumlah lagu yang akrab di telinga hadirin dan serta Merta mengikuti bait bait lagu yang dibawakan Charly.

“Selamat datang kepada para walikota atau yang mewakili, suatu kebanggan tersendiri Pagarlam sebagai tuan rumah,namun bila ada kekurangan dalam perhelatan ini tak lupa mohon dimaafkan.’ucapnya.

Lanjut Walikota Alpian Maskoni SH, angka Stunting di Sumatera Selatan secara nasional terbilang tinggi, tetapi untuk Pagaralam sendiri adalah yang terendah se Sumatera Selatan,urainya. Tidak hanya dari sisi Stunting untuk angka kemiskinan Pagaralam juga rendah. “Angka Stunting Pagaralam saat ini 11.6 dan harapan kedepan angka ini bisa diturunkan.”imbuhnya.

Sementara Kepala BKKBN pusat ,Dr.Hasto Wardoyo menjelaskan,orang pendek itu belum tentu Stunting. Karena menurut Hasto ada 3 ciri orang Stunting. Yakni tubuhnya kerdil,pemikirannya lamban (bodoh -red) dan masa tua sering sakit sakitan.

Baca Juga  UKP 19 Personil Polres Pagaralam Ikuti UBD

“Jadi kalaupun orangnya kecil atau pendek kalau otaknya pintar tidak Stunting loh.seperti halnya Walikota Pangkalpinang,Maulan Aklil .”kalau dia (Maulan Aklil-red) tidak pintar mana mungkin jadi Walikota.”tandasnya. Karenanya tiga ciri diatas pertanda seseorang Stunting.

Sedangkan Maulan Aklil Walikota Pangkalpinang yang akrab disapa Molen dalam pidatonya,kami peserta Apeksi menghaturkan terimakasih kepada tuan rumah yang telah capek capek bersusa-payah demi suksesnya gelaran Apeksi Sumbagsel ini. “Semoga lewat media ini selain silaturahmi juga sharing ilmu sehingga isu yang kita bahas turun dan turun.”ucap Molen dengan gaya humornya.

Baca Juga  Penasehat Hukum Dari P3KP Angkat Bicara Mengenai Wacana Pembongkaran Pasar Kuto

Apeksi yang dilaksanakan selama 3 hari , yakni Senin,Selasa dan Rabu diikuti oleh 10 kota yakni ; Lampung, Metro, Bengkulu, Jambi, Sungaipenuh,Pangkalpinang ,Lubuk Linggau, Prabumulih,Palembang dan Pagaralam.

Pada kesempatan ini Walikota Pagaralam tidak lupa memberikan cinderamata berupa Kudok senjata khas masyarakat Pagaralam.(Rep)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar