Prajurit TNI Gugur Lagi oleh KKB, DPR Minta Strategi Tempur Harus Ditinjau Ulang

Nasional328 Dilihat

JAKARTA,SumselPost.co.id – Belum lama ini, prajurit TNI yang gugur lagi akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono menilai strategi tempur dan pendekatan yang dijalankan TNI di Papua perlu ditinjau ulang lantaran situasi tak kunjung kondusif.

“Strategi tempur dan pendekatan ke masyarakat tentunya harus di-review karena situasi masih belum membaik, korban jiwa terus berguguran, dan keamanan belum kondusif,” tegas Dave Laksono, Kamis (24/8/2023)

Dave menilai, status hukum TNI wajib dipertegas di dalam pengejaran KKB di Papua. “Jangan sampai mereka dituduh melakukan pelanggaran HAM kembali ketika memberantas kelompok teroris Papua tersebut. Padahal, keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai KKB itu jelas merupakan perlawanan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.

Baca Juga  Pertemuan Airlangga-Surya untuk Kepentingan Politik Kebangsaan

“Mereka itu adalah teroris yang hanya ingin menghancurkan keberadaan Republik Indonesia,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Untuk itu, dia mengaku tak heran dengan dugaan alasan penembakan prajurit TNI karena KKB tidak senang dengan pembangunan Pos Satgas TNI/Polri yang ada di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (21/8) lalu.

Baca Juga  SETARA: Menghidupkan Kembali Dwi Fungsi TNI Mengkhianati Amanat Reformasi

“Ya, mana mungkin KKB senang dibangun pos tentara, wong itu musuh mereka. NKRI secara utuh adalah musuh mereka,” tambahnya.

Dave menyampaikan dukacita atas gugurnya Pratu Agung Pramudi Laksono (27) anggota Satgas Pamtas Mobile Yon 7 Marinir TNI AL yang menjadi korban penembakan KKB. “Prajurit yang meninggal itu pahlawan bangsa dan wajib dapat penghargaan tertinggi,” ungkap Dave.

Baku tembak antara anggota Satgas Yonif 7/Marinir dengan KKB Kodap XVI Yahukimo terjadi Senin (21/8) sekitar pukul 11.10 WIT. Kejadian itu menewaskan Pratu Agung Pramudi Laksono. Adapun Jenazah  telah diterbangkan dari Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan ke Jakarta pada Rabu menggunakan pesawat CN 235 ke Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Jenazah rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Grobogan, Jawa Tengah.(MM)

Baca Juga  Politik Keumatan Harus Bergerak dari Identitas ke Keberpihakan pada Rakyat Kecil

 

Komentar