Pj Bupati Sisir Area Rawan Karhutbunlah, Tanam Pohon Hingga Edukasi Warga

Uncategorized305 Dilihat

Muba Sumselpost.co.id,- Mengawali aktifitasnya, pada Rabu (14/6/2023) pagi, Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama Danrem 044 Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika SIP MSi MTr (HAN), Dandim 0401 Letkol Arm Dede Sudrajat SH dan Kapolres Muba AKBP Siswandi SIK MH menyisir area rawan karhutbunlah di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir.

Dikarenakan ancaman kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunlah) di wilayah Kabupaten Muba sudah menjadi atensi khusus Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama stakeholder terkait.

“Hari ini saya bersama pak Danrem 044 Gapo, pak Dandim 0401 dan Pak Kapolres, selain memastikan area rawan karhutbunlah terjaga baik serta masyarakat komitmen menjaga wilayahnya dari ancaman karhubunlah, kami juga menanam pohon sebagai bentu konkrit menjaga hutan dan penghijauan,”Ujarnya.

Pj bupati Apriyadi juga mengaku, dari hasil inventarisir dirinya lewat jalur udara bersama Danrem dan Dandim serta Kapolres tampak wilayah Muba terpantau clear dari kejadian kebakaran hutan.

“Apalagi di desa Muara Medak ini yang 60 persen merupakan lahan gambut, Alhamdulillah hingga saat ini zero kebakaran lahan. Ini juga tidak terlepas dari komitmen dan peran serta masyarakat dan perangkat desa serta kecamatan yang maksimal melakukan pengawasan dan patroli mandiri,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Muba ini mengajak, agar warga tetap untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar terutama di lahan gambut. “Terus kita jaga, dan tetap komitmen untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini tercatat Desa Muara Medak memiliki luas lahan 74 ribu hektar dan sudah dirasakan harus dimekarkan 2-3 desa.

Baca Juga  Bedeng Tiga Pintu Di Sukarame Di Lalap Api

“Ke depan desa Muara Medak ini akan kita mekarkan, tapi jangan masuk ke Jambi namun tetap berada di wilayah Muba, saya berharap usulannya segera diberikan ke Pemkab Muba,” terangnya.

Sementara itu, Danrem 044 Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika SIP MSi MTr (HAN) mengaku
Sumsel merupakan daerah yang cukup terkendali dalam hal Karhutbunlah.

“Namun saya ingin tetap menekankan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan,” ungkap dia.

Ia berharap, ke depan agar tidak ada lagi kebakaran hutan kebun dan lahan. “Apabila terjadi Kapolres dan kawan-kawan siap menangkap pelaku pembakaran tersebut,” tegasnya.

Ia mengapresiasi kepada Kades beserta jajarannya karena sudah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran. “Mari kita sama sama saling pengertian dan dukung program pemerintah agar kedepannya kita bisa mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bayung Lencir M Imron SSos MSI didampingi Kepala Desa Muara Medak Marudut Panjaitan mengaku sangat berterima kasih atas perhatian Pj Bupati Apriyadi Mahmud yang sangat intens mengingatkan perangkat kecamatan dan desa untuk terus mengedukasi dan mensosialisasikan ancaman karhutbunlah.

“Pak Bupati Apriyadi terus intens mengingatkan kami untuk mewaspadai dan meminimalisir karhutbunlah terutama di lahan gambut, Alhamdulillah saat ini warga sudah terbiasa melakukan patroli mandiri ke wilayah yang dianggap rawan karhutbunlah,” ungkap Imron. (Rafik ElyaPj Bupati Sisir Area Rawan Karhutbunlah, Tanam Pohon Hingga Edukasi Warga

Muba Sumselpost.co.id,- Mengawali aktifitasnya, pada Rabu (14/6/2023) pagi, Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama Danrem 044 Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika SIP MSi MTr (HAN), Dandim 0401 Letkol Arm Dede Sudrajat SH dan Kapolres Muba AKBP Siswandi SIK MH menyisir area rawan karhutbunlah di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir.
Dikarenakan ancaman kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunlah) di wilayah Kabupaten Muba sudah menjadi atensi khusus Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama stakeholder terkait.

Baca Juga  Kejurnas MotoPrix di Sirkuit Skyland Sukses Digelar

“Hari ini saya bersama pak Danrem 044 Gapo, pak Dandim 0401 dan Pak Kapolres, selain memastikan area rawan karhutbunlah terjaga baik serta masyarakat komitmen menjaga wilayahnya dari ancaman karhubunlah, kami juga menanam pohon sebagai bentu konkrit menjaga hutan dan penghijauan,”Ujarnya.

Pj bupati Apriyadi juga mengaku, dari hasil inventarisir dirinya lewat jalur udara bersama Danrem dan Dandim serta Kapolres tampak wilayah Muba terpantau clear dari kejadian kebakaran hutan.

“Apalagi di desa Muara Medak ini yang 60 persen merupakan lahan gambut, Alhamdulillah hingga saat ini zero kebakaran lahan. Ini juga tidak terlepas dari komitmen dan peran serta masyarakat dan perangkat desa serta kecamatan yang maksimal melakukan pengawasan dan patroli mandiri,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Muba ini mengajak, agar warga tetap untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar terutama di lahan gambut. “Terus kita jaga, dan tetap komitmen untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini tercatat Desa Muara Medak memiliki luas lahan 74 ribu hektar dan sudah dirasakan harus dimekarkan 2-3 desa.

“Ke depan desa Muara Medak ini akan kita mekarkan, tapi jangan masuk ke Jambi namun tetap berada di wilayah Muba, saya berharap usulannya segera diberikan ke Pemkab Muba,” terangnya.

Baca Juga  Delapan  Rumah Terbakar di 5 Ulu

Sementara itu, Danrem 044 Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika SIP MSi MTr (HAN) mengaku
Sumsel merupakan daerah yang cukup terkendali dalam hal Karhutbunlah.

“Namun saya ingin tetap menekankan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan,” ungkap dia.

Ia berharap, ke depan agar tidak ada lagi kebakaran hutan kebun dan lahan. “Apabila terjadi Kapolres dan kawan-kawan siap menangkap pelaku pembakaran tersebut,” tegasnya.

Ia mengapresiasi kepada Kades beserta jajarannya karena sudah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran. “Mari kita sama sama saling pengertian dan dukung program pemerintah agar kedepannya kita bisa mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bayung Lencir M Imron SSos MSI didampingi Kepala Desa Muara Medak Marudut Panjaitan mengaku sangat berterima kasih atas perhatian Pj Bupati Apriyadi Mahmud yang sangat intens mengingatkan perangkat kecamatan dan desa untuk terus mengedukasi dan mensosialisasikan ancaman karhutbunlah.

“Pak Bupati Apriyadi terus intens mengingatkan kami untuk mewaspadai dan meminimalisir karhutbunlah terutama di lahan gambut, Alhamdulillah saat ini warga sudah terbiasa melakukan patroli mandiri ke wilayah yang dianggap rawan karhutbunlah,” ungkap Imron. (Ulandari)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar