Pasca Mobil Minibus Tertabrak KA Bukit Serelo S10, Kabarnya Bakal Ada Pos Penjaga Pintu Perlintasan di Kawasan JPL 75 Prabumulih KM 325+8/9

Berita Utama192 Dilihat
banner1080x1080

Prabumulih Sumselpost.co.id -Pasca insiden tertabraknya mobil minibus oleh Kereta Api Bukit Serelo (S10) di kawasan JPL 75 Prabumulih KM 325+8/9, yang menyebabkan 4 korban meninggal dunia dan 1 korban mengalami kritis tersebut, pada Kamis 27 Agustus 2026 sekitar pukul 15:10 WIB.

Sementara berdasarkan informasi yang didapat dilapangan serta dihimpun, bahwa lokasi di perlintasan sebidang JPL 75 KM 325+8/9 yang disebut-sebut oleh Pihak PT KAI bahwa lokasi tersebut, merupakan perlintasan resmi tidak terjaga, antara Stasiun Prabumulih dan Stasiun Lembak.

Namun, berdasarkan penelusuran serta terdapat keterangan dari beberapa warga yang secara sukarela menjaga kawasan perlintasan rel kereta api tersebut, rencananya bakal dibangun pos penjaga pintu perlintasan di JPL 75 KM 325+8/9.

“Kabarnya akan di bangun pos penjaga dilokasi peristiwa mobil minibus yang ketabrak kereta api serelo, ini sudah ada tanda-tanda mau dibangun ,” ujar dua pemuda yang berada di kawasan perlintasan rel kereta api, Kelurahan Gunung Ibul Barat Prabumulih tersebut, Senin (31/08/2026) siang.

Sementara itu menurut beberapa warga setempat, bahwa lokasi perlintasan kereta api dilokasi kejadian yang memakan korban jiwa tersebut, sudah layak dibangun pos penjaga pintu perlintasan karena kawasan ini sudah terlalu padat, serta lalu lalang kendaraan roda dua dan empat kerap melalui perlintasan tembus Kelurahan Sukajadi menuju kelurahan Gunung Ibul Barat Prabumulih tersebut.
“Ya, sudah layak ada yang jaga dilokasi rel kereta api KM 325 -8/9. Kawasan ini sudah padat pak, dan perlu juga ada pelebaran jalan ,” ujar warga Prabumulih (32/08).

Sementara pasca insiden melalui siaran pesnya tersebut, Manager Humas KAI Drive III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Atas nama seluruh Jajaran PT KAI, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga. Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, serta korban yang mengalami luka-luka segera mendapatkan penanganan dan pemulihan,” ujar Aida.

Sebelumnya Masinis telah membunyikan Semboyan 35 atau klakson lokomotif secara berulang sebagai peringatan. Namun, kendaraan tetap melintas sehingga terjadi benturan dengan KA.

KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kejadian dan memastikan perjalanan kereta api dapat kembali berjalan dengan aman.
*Keselamatan di Perlintasan Tanggung Jawab Bersama*

Sebagai operator, KAI terus berupaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api melalui pengelolaan Petugas Penjaga Lintasan (PJL), perawatan infrastruktur, penguatan sistem keselamatan, serta sosialisasi kepada masyarakat.

Namun, kewenangan pengelolaan perlintasan sebidang berada pada penanggung jawab jalan sesuai klasifikasinya.
KAI tidak memiliki kewenangan secara hukum untuk membangun palang pintu maupun mengubah perlintasan sebidang menjadi flyover atau underpass, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018.

Aida menegaskan bahwa pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko saat melintasi perlintasan kereta api. Berhenti, tengok kanan-kiri, dengarkan tanda peringatan, dan pastikan benar-benar aman sebelum melintas. Keselamatan harus menjadi yang utama,” tegas Aida.

*Optimalisasi Pengamanan JPL 75*

Sebagai langkah cepat pascakejadian, KAI Divre III Palembang melakukan optimalisasi keselamatan dengan menugaskan petugas di JPL 75. Perlintasan tersebut nantinya akan dijaga secara resmi, sementara pembangunan Gardu JPL 75 saat ini masih dalam proses.

KAI juga akan terus memperkuat upaya pencegahan melalui penambahan rambu dan sistem pengamanan, pemanfaatan teknologi, serta edukasi keselamatan kepada masyarakat.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan di perlintasan kereta api membutuhkan kepedulian bersama. Jangan sampai satu keputusan yang tergesa-gesa membuat sebuah keluarga kehilangan orang yang mereka cintai. Mari bersama-sama berhenti, tengok kanan-kiri, pastikan aman, dan utamakan keselamatan,” tutup Manager Humas KAI Drive III Palembang Aida Suryanti, melalui siaran persnya.(jn.red)

Komentar