Mobil Pengangkut Minyak Ilegal Diduga Menggunakan Jasa Pengawal

Berita Utama146 Dilihat
banner1080x1080

Muba, Sumselpost. co.id,- Setelah mendapati masa tradisi 6 bulan yang disepakati oleh Polres Muba untuk tidak melakukan penindakan hukum atau penangkapan terhadap penambang dan penyulingan minyak ileggal di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Para pebisnis minyak ilegal baik lokal maupun yang datang dari luar daerah terkesan semau gue untuk melintasi jalan desa dalam mengangkut minyak ileggal untuk dibawa keluar daerah dengan menggunakan jasa pengawalan dari oknum.

Hal ini dilihat dari banyaknya, berbagai kendaraan jenis truck bertonase tinggi yang melewati jalan pintas yakni, jalan desa Tanjung Kaputran (B5) jalan desa Sialang Agung (c2) hingga jalan desa Air putih Uluh (C1) Kecamatan Plakat Tinggi, Sabtu (12/9/2026) pagi.

Bahkan untuk gerak cepat menuju Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) para pebisnis minyak ileggal juga memanfaatkan Jalan desa Rimba Ukur (C5) Kecamatan Sekayu untuk menuju desa Rantau Sialang Kecamatan Sungai Keruh.

Sehingga jembatan dalam desa Rimba Ukur yang belum lama usai dilakukan tanggap darurat dan kini kembali mengalami kerusakan. Tak hanya itu, box culvert dijalan tersebut yang sebelum nya telah mengalami kerusakan kini kian memperparah bahkan nyaris ambruk.
Salah seorang sumber asal kecamatan plakat tinggi yang enggan di sebutkan nama nya mengatakan, maraknya mobil pengangkut minyak yang melintasi jalan desa Tanjung Kaputran menuju desa Air putih Ulu C1, menimbulkan kekhawatiran bagi warga.

“Ya, khawatirlah pak, akan terjadi kerusakan yang jelas banyak debu. Tapi selaku masyarakat kecil kita hanya bisa diam. Karena saat kampanye Bupati Toha ngomong,”Nak hancur, Nak Rubuh yang penting orang Muba. Nah, selain orang luar, pebisnis minyak ilegal yang melintas itu, banyak juga orang Muba. Jadi kami warga mau ngomong apa,” ujarnya sembari tertawa.

Sementara, Kepala desa Rantau Sialang, Festa Lozi mengaku, bahwa warga nya sudah resah dengan banyak nya mobil pengangkut minyak ilegal yang bertonase tinggi melintasi jalan tersebut.

“Memang warga disini sudah resah dengan banyak nya mobil pengangkut minyak ileggal melintasi Jalan desa Rantau sialang. Kita berharap pihak pihak terkait mengawasi jangan sampai mobil pengangkut minyak ilegal bertonase tinggi melewati jalan desa. Karena warga disini khawatir kerusakan badan jalan dan box culvert di jalan tersebut kian memperparah. “Harapnya.

Dari pantauan, sejak jalan dan jembatan dilakukan perbaikan oleh Dinas PUPR Muba, jalan tersebut menjadi ramai dilalui berbagai kendaraan jenis truck/Tanki pengangkut minyak ilegal untuk di bawah ke arah kabupaten Pali. Menarik nya lagi, mobil pengangkut minyak ilegal yang melintas diarea itu, diduga dikawal oleh oknum TNI.

Sikap arogan dan kesan semau gue dari sang pengawal yang berada di mobil jenis Inova bernopol BE. 3763 RH terlihat jelas, ketika awak media mengambil Poto dan sekaligus ingin mewawancarai pemilik minyak ilegal tersebut.

Wartawan: Pak izin tanggapan nya, inikan jalan desa yang kondisinya box culvert nya sudah rusak. Kenapa harus melintas disini.
Jawaban arogan sang pengawal, “Sudah jalan” ujar nya memerintahkan sang sopir. (Ulandari)

Komentar