Mobil Agya Masuk Ke Sungai Komering, Empat Meninggal Dunia

Uncategorized443 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co id – Empat orang meninggal dunia setelah mobil Sigra warna Hitam nopol BE.1066 AAA dan Mobil Agya Warna Silver BE 1327 CD masuk ke sungai Komering tepatnya Kalan lintas Muaradua-Martapura Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, OKU Timur, Minggu (40/4) sekitar pukul 08.45 Wib.

Identitas keempat korban yang meninggal itu, pengemudi mobil toyota Agya BE 1327 CD, M.Diki Zulkarnain (21) Yulisman (32) T
Drs Marsidi (59) Muhamad Raihan Alfatih (10) keempatnya warga Jalan Belia nomor 98 Jaga Baya 2 Bandar Lampung. Musibah kecelakaan tunggal yang merenggut korban jiwa ini sudah masuk pada Laporan Segera Nomor : LS / / IV / 2023 / SPKT.SAT LANTAS / POLRES OKUT / POLDA SUMSEL, TANGGAL 30 April 2023.

Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono, SIK, MH, melalui Kasat Lantas AKP Lastari didampingi Kanit Laka Ipda Syukri, mengatakan, penyebab terjadinya kecelakaan tunggal diduga karena kelalaian pengemudi mobil dalam mengemudikan kendaraannya kurang berkonsentrasi sehingga mobil yang dikemudikan hilang kendali dan terjun ke jurang.

Mobil Agya yang berjalan dari arah Muara Dua, OKU Selatan menuju Martapuraz OKU Timur dikarenakan jalan lurus dan keadaan jalan mulus sehingga pengemudi mobil melaju dengan kecepatan tinggi dikarenakan pengemudi mobil tersebut kurang berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraannya sehingga pengemudi mobil tersebut hilang kendali dan terjun ke jurang sebelah kanan dari arah Muara Dua menuju Martapura dan untuk kendaraan masih di jurang dan anggota unit Gakkum beserta anggota Basarnas masih melakukan evakuasi.
Namun yang menjadi kendala di OKU Timur tidak ada mobil derek untuk mengangkat mobil tersebut sehingga harus meminjam ke OKU. Untuk antisipasi mobil itu ditarik dengan diikat di pohon menggunakan tali dan akan dievakuasi menggunakan mobil Basarnas,”katanya.

Baca Juga  Desus 88 Anti Teror Menggeledah Rumah Kosong di Palembang

“Anggota kita sedang berusaha melakukan evakuasi menggunakan mobil Basarnas, kondisi air Sungai Komering yang tinggi dan deras menjadi salah satu penyebab sulitnya evakuasi,” katanya.

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar