Komisi X DPR: Minat Baca Gen Z Harus Jadi Momentum untuk Peningkatan Literasi Nasional

Nasional15 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id  – Aktivitas membaca yang mulai menggeliat di kalangan Generasi Z jadi momentum berharga yang harus dimanfaatkan para pemangku kepentingan. Hal ini untuk mendongkrak literasi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa peningkatan minat baca di kalangan generasi muda ini tidak boleh disia-siakan.

“Peningkatan minat baca di kalangan generasi muda ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan berbagai langkah strategis agar berkelanjutan dan pada akhirnya mampu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia,” tegas Lestari, di Jakarta, Sabtu (25/4/2026)

Hasil riset dari lembaga survei Jakpat yang dilakukan pada semester kedua 2025, mencatat persentase aktivitas membaca Gen Z (usia 14-29 tahun) mencapai 26%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan generasi Milenial (30-45 tahun) yang sebesar 20% dan Gen X (46-61 tahun) yang hanya 18%.

Para pemuda kini dinilai mulai mencari alternatif kegiatan yang lebih berkualitas untuk mengisi waktu luang mereka. Namun, perempuan yang kerap disapa Rerie ini menilai minat baca yang tinggi belum otomatis berbanding lurus dengan tingkat literasi masyarakat.

Agar kebiasaan tersebut berdampak luas, menurut Politisi Fraksi Partai NasDem itu, diperlukan sejumlah langkah strategis. Seperti menggerakkan komunitas baca berbasis digital dan fisik dengan memfasilitasi pembentukan komunitas baca yang mendorong munculnya diskusi buku dan resensi buku secara organik.

Selain itu, ujar Rerie, sekolah dan perguruan tinggi perlu mendorong tugas-tugas yang mengharuskan siswa tidak sekadar membaca, tetapi juga mengolah, mengkritisi, dan menyajikan ulang informasi yang ada.

Tidak kalah penting, tegas Legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, ketersediaan bahan bacaan yang mudah diakses masyarakat melalui  kelengkapan buku fisik dan digital di perpustakaan, maupun harga bahan bacaan yang terjangkau.

Ia pun berharap, segera hadir kebijakan yang mampu mewjudkan keterjangkauan bahan bacaan bagi masyarakat melalui penghapusan pajak buku dan  keringanan harga kertas.

Dengan sejumlah langkah tersebut, tegas Rerie, momentum 26 persen Gen Z yang aktif membaca tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi fondasi bagi terciptanya ekosistem literasi nasional yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. (MM)

Komentar