Komisi I DPR: Kesempatan Karier Prajurit Perempuan di TNI Perlu Diperluas hingga Level Teknis

Nasional35 Dilihat
banner1080x1080

AMBON,SumselPost.co.id – Kesetaraan gender dalam tubuh TNI dinilai masih perlu diperkuat, terutama dalam membuka peluang bagi prajurit perempuan untuk berkiprah hingga ke level teknis dan posisi strategis. Selama ini, peran perempuan dinilai masih lebih banyak berada pada ranah administratif, pendidikan, maupun kesehatan.

Anggota Komisi I DPR RI Desy Ratnasari menilai, kesempatan bagi perempuan untuk meniti karier hingga level tertinggi masih menghadapi berbagai kendala, baik dari sisi kebijakan maupun faktor sosial. Hal ini disampaikannya usai kunjungan kerja ke Kodam XV/Pattimura, Ambon, Maluku pada Kamis (23/4/2026).

“Kalau bicara tentang gender equality ataupun kesetaraan gender dan kesempatan perempuan untuk bisa hadir sebagai perwira tinggi ataupun sebagai pimpinan puncak di tubuh TNI tentunya itu dikembalikan lagi kepada kebijakan Menhan, Panglima TNI dan juga KASAD. Yang saya ketahui memang tidak banyak perempuan bisa memiliki pilihan untuk bisa meningkatkan kariernya hingga tingkat perwira tinggi yang setinggi-tingginya di dalam tubuh TNI,” tutur Desy.

Ia mengungkapkan, salah satu kendala yang kerap dihadapi prajurit perempuan adalah keterbatasan kesempatan dalam penugasan lapangan, khususnya terkait tour of area yang menjadi faktor penting dalam pengembangan karier militer. “Saya mendapatkan informasi bahwa tour of area itu most of the time menjadi kendala bagi perempuan untuk bisa menunjukkan kemampuannya,” jelas politisi Fraksi PAN itu.

Menurutnya, masih terdapat pandangan yang membatasi penempatan perempuan di wilayah-wilayah tertentu, sehingga peluang untuk menunjukkan kapasitas di bidang teknis menjadi tidak setara dengan prajurit laki-laki.

Dalam kunjungan kerja tersebut ia juga sempat memotivasi prajurit perempuan, khususnya Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) di Kodam XV/Pattimura. Desy berpesan agar prajurit perempuan berani mengembangkan kapasitas diri sejak dini dan aktif mengejar peluang karier.

“Jadi saya sangat sarankan sekali kepada perempuan-perempuan yang memang sudah memilih masuk dan hadir di tubuh TNI untuk mengabdi dan menjaga kedaulatan negara kita. Mumpung masih muda, belum banyak tanggung jawab, kejar setinggi-tingginya jabatan, kejar setinggi-tingginya apapun yang ditugaskan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menekankan, pencapaian tersebut dapat ditempuh melalui berbagai jalur, baik pendidikan maupun dengan menunjukkan kinerja terbaik dalam setiap penugasan. “Ya kalau perempuannya siap, kenapa tidak mungkin? Kenapa kita harus tutup kesempatan itu? Biarlah perempuan sendiri yang menunjukkan dirinya memilih siap, tidak siap, lanjut atau berhenti tapi bukan orang lain yang menentukan,” ungkapnya.

Desy menekankan pentingnya memberikan ruang bagi perempuan untuk menentukan pilihan kariernya sendiri, termasuk dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah terpencil. Menurutnya, pengambilan keputusan terkait penempatan dan pengembangan karier seharusnya tidak sepenuhnya ditentukan oleh perspektif laki-laki, melainkan juga melibatkan suara dan kesiapan perempuan itu sendiri.

“Saya Senang kalau mendengar ‘kami kan memperhatikan kebutuhan perempuan’. Tapi akan ada baiknya juga ketika perempuan juga dimintai pendapatnya tentang konsekuensi tersebut bagaimana perempuan menyikapinya,” ungkapnya.

Ia mendorong agar prajurit perempuan, khususnya Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih jabatan strategis di lingkungan TNI, selama yang bersangkutan siap dengan konsekuensi yang ada. Peluang perempuan untuk mencapai posisi puncak di tubuh TNI masih menunjukkan ruang yang perlu diperluas, terlihat dari perkembangan karier perwira tinggi perempuan yang relatif baru dalam struktur organisasi TNI.

Dilansir dari berbagai sumber, Perempuan pertama yang meraih pangkat jenderal di Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) tercatat pada tahun 2000, yakni Kartini Hermanus. Sejak saat itu, jumlah perwira tinggi perempuan di lingkungan TNI AD masih terbatas. Perkembangan terbaru menunjukkan kemajuan, ketika Dian Andriani Ratna Dewi dilantik sebagai Mayor Jenderal (bintang dua) pada Mei 2024. Hingga kini, ia menjadi prajurit perempuan dengan pangkat tertinggi di lingkungan TNI AD. (MM)

Komentar