Musi Rawas, Sumselpost.co.id— Selasa siang kemarin, suasana di Desa Sungai Naik, Kecamatan BTS Ulu, diselimuti duka mendalam. Dari tatapan kosong empat Kepala Keluarga (KK), terpancar kepedihan saat mereka menyaksikan puing-puing bangunan tempat bernaung kini hanya tinggal sisa arang dan kepulan abu.
Di atas tanah tempat mereka selama ini merajut mimpi bersama keluarga, amukan si jago merah meratakan segalanya dalam sekejap. Tiang-tiang rumah yang dulunya kokoh kini hangus, menyisakan reruntuhan sunyi. Saat ini, keempat keluarga tersebut harus menumpang tidur di rumah sanak saudara sambil memulihkan diri dari trauma.
Namun, di tengah dinginnya sisa abu kebakaran dan hati yang nyaris patah, secercah kehangatan kemanusiaan datang merayap. Rombongan gabungan dari BAZNAS Kabupaten Musi Rawas bersama jajaran yang dikomandoi Dencik dari Bappeda dan M. Noval dari Dinas Perkim hadir menembus lokasi kejadian.
Menyambut kedatangan rombongan, Kepala Desa Sungai Naik, Febri Hengki, menyampaikan ucapan terima kasih serta sambutan hangat.Mewakili warganya yang sedang berduka, ia mengaku amat terharu atas kepedulian nyata yang ditunjukkan pemerintah daerah dan lembaga amil zakat. Ia juga menyampaikan harapan besar agar pihak Bappeda, Dinas Perkim, dan BAZNAS Musi Rawas dapat bersinergi untuk membantu membangunkan kembali tempat tinggal bagi warganya.
Wakil Ketua II BAZNAS Musi Rawas, Nisvi Asyura, yang hadir didampingi staf pendistribusian Heri Kusnadi serta Kepala Desa setempat, membuka perjumpaan dengan menyampaikan salam serta permohonan maaf dari unsur pimpinan.
Ia menjelaskan bahwa Ketua BAZNAS Musi Rawas, KH. Bahana Jaalhaq T, sejatinya berkeinginan kuat hadir langsung. Namun, pada saat bersamaan, beliau tengah mendapat tugas penting mewakili daerah untuk menerima penghargaan atas keberhasilan BAZNAS Kabupaten Musi Rawas dalam pengentasan program ATM dari Kementerian Kesehatan RI di Bandung.
”Beliau menitipkan salam dan rasa duka yang mendalam.
Karena amanah tugas luar kota tersebut, saya bersama staf pendistribusian hadir di sini untuk mewakili beliau, membawa doa dan sedikit uluran tangan agar kita bisa saling menguatkan,” tutur Nisvi Asyura penuh kelembutan.
Didampingi rombongan, Nisvi Asyura kemudian berjalan menyusuri sisa-sisa bangunan yang masih menghitam.
Dengan langkah penuh empati, mereka menghampiri satu per satu warga terdampak, mendengarkan keluh kesah, sekaligus memberikan penguatan mental.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Ekonomi Bappeda Musi Rawas, Dencik, turut menyampaikan pesan penguatan saat menyerahkan bantuan paket sembako dari para muzaki yang didistribusikan BAZNAS Musi Rawas kepada para korban.
”Kami hadir bukan karena besar atau kecilnya nilai yang kami bawa, melainkan sebagai pengingat bahwa Bapak dan Ibu tidak pernah berjalan sendirian. Masih ada pundak-pundak saudara seiman yang siap menopang,” ungkap Dencik.
Bantuan sembako tersebut diterima langsung oleh para korban dengan mata berkaca-kaca dalam suasana sarat makna—perpaduan antara duka dan syukur atas kepedulian sesama.
Menutup rangkaian kunjungan, Kepala Desa Sungai Naik kembali menyampaikan rasa syukur dan penghargaannya. Ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS, Bappeda, dan Dinas Perkim memberikan kekuatan moril luar biasa,sekaligus menyimpan asa agar bantuan pembangunan fisik rumah dapat segera terwujud bagi warganya yang kini masih menumpang pungkas nya.(HK)












Komentar