Jaga Kondusivitas Sumsel, Bagindo Togar Dorong Sinergi Polisi, Akademisi, dan Tokoh Masyaraka

Berita Utama33 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Sinergi antara kepolisian, insan pers, akademisi, dan elemen masyarakat dinilai penting dalam merespons berbagai isu sosial, menjaga kondusivitas daerah, serta mendukung keterbukaan informasi publik. Kolaborasi tersebut perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan dialog konstruktif, tanpa mengabaikan independensi pers maupun batas kewenangan masing-masing pihak.

Pemerhati kebijakan dan politik Sumatera Selatan, Bagindo Togar, mengapresiasi pola komunikasi yang kolaboratif, selama ini dibangun Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Sumsel yang dipimpin oleh Dir Intelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, SIK, MH dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengamat dan akademisi.

Menurut Bagindo, komunikasi yang terjalin selama ini menunjukkan pentingnya dialog dua arah dalam memahami persoalan di tengah masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Polda Sumsel dalam hal ini Direktorat Intelkam cukup berkomitmen, serta konsisten dalam mengapresiasi posisi saya sebagai pemerhati kebijakan & politik lokal. Selama ini hubungan komunikasi dengan saya tergolong baik,” ujar Bagindo, Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, komunikasi dengan Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Tony Budhi Susetyo, SIK, MH tidak hanya berlangsung dalam situasi tertentu, tetapi juga dilakukan ketika muncul persoalan yang membutuhkan pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak.

Dalam isu-isu sosial kemasyarakatan, termasuk dinamika aksi demonstrasi juga situasi politik domestik, menurutnya, pertukaran informasi dan konsultasi menjadi bagian penting untuk memahami situasi secara menyeluruh serta menentukan langkah antisipasi yang teruji, tepat & terukur.

“Acapkali dikomunikasikan dan dikonsultasikan dengan saya, bagaimana awalnya, bagaimana prosesnya, bagaimana antisipasinya, hingga bagaimana penyelesaiannya. Itu terbangun bukan baru sekarang, tetapi sudah sejak lama dan masih berlangsung sampai sekarang,” ungkapnya.

Bagindo menilai, keterlibatan pengamat dan elemen masyarakat dapat membantu kepolisian memperoleh perspektif pembanding sebelum mengambil langkah di lapangan. Dengan demikian, penanganan persoalan dapat dilakukan secara lebih terukur, proporsional, dan memahami aspirasi juga dinamika sosial kemasyarakatan.

Ia mencontohkan dinamika aksi demonstrasi yang melibatkan mahasiswa dan jurnalis. Bagindo menyebut dirinya pernah menyampaikan masukan agar aksi yang menyuarakan aspirasi tersebut tidak ditunggangi kelompok yang tidak berkepentingan.

Menurut Bagindo, menjaga ruang penyampaian aspirasi agar tetap aman merupakan tanggung jawab bersama. Penanganan demonstrasi perlu mengedepankan pendekatan profesional dan humanis, sekaligus menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sesuai ketentuan.

Selain itu, ia mengapresiasi upaya membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kalangan perguruan tinggi yang dinilai memiliki integritas serta kredibilitas di tengah masyarakat.

Bagindo berpandangan, pelibatan berbagai unsur tersebut penting untuk memperkuat kepercayaan publik dan membuka ruang dialog ketika muncul persoalan sosial yang membutuhkan komunikasi lintas kelompok.

Ia juga menyampaikan bahwa masukan mengenai pentingnya melibatkan tokoh-tokoh berintegritas telah disampaikannya kepada pihak kepolisian. Menurutnya, komunikasi dengan figur yang memiliki rekam jejak baik dapat membantu mempertemukan berbagai pandangan.(niken)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar