Ini Tanggapan Para Tokoh dan Warga Muba Yang Ada di Kota Palembang

SumsepPost.co.id. Palembang,- Terkait permasalahan yang membawa nama IKAMUBA di Ranah politik. Maka para tokoh dan warga Muba yang ada di kota Palembang mengadakan sharring memberikan tanggapan terhadap issu-issu yang berkembang belakangan ini kebetulan sudah masuk tahun politik, kegiatan sharring hari minggu bertepatan tanggal 24 Desember 2023 bertempat di Start Ligth hari Minggu 24/12/2023.

Dalam kesempatan sharring itu, Mantan Sekda Sumsel Yusri Effendi menjelaskan, jika dalam Paguyuban Warga Muba yang lebih tegas lagi IKAMUBA seyogianya tidak boleh dibawa ke dalam ranah politik. Bagi yg melibatkan diri ke politik jangan menggunakan atribut IKAMUBA dalam bentuk apapun. Sebab didalam pengurus maupun keanggotaan IKAMUBA itu sangat banyak warna bendaranya, jika ada oknum tertentu mengklaim menggunakan atribut IKAMUBA masuk ke ranah politik untuk kepengtingan pribadi, maka ini sangat disesalkan, paparnya.

Sementara Bendahara Umum IKAMUBA Lin sepengetahuan saya Kepengurusan IKAMUBA, awal-awal otaknya adalah Kadafi, tapi semenjak beliau diangkat menjadi direktur PT Petro Muba, maka IKAMUBA itu pincang perjalananya, dan tidak seperti bagaimana diharapkan.

Setahu saya sebagai bendahara umum IKAMUBA memang tidak bisa dipungkiri awal-awal kepengurusan banyak kegiatan, namun semenjak akhir-akhir ini IKAMUBA memang kurang mengadakan kegiatan karena Kadafi di tarik direktur PT Petro Muba, disatu sisi memang adanya kesibukan pengurus yang lain dan Ketua Umum ikut pencalegkan, sambungnya.

Sementara Mantan Ketum Umum IKAMuba Chairuddun Yusuf menceritakan bagaimana historikal dari IKAMuba yang saat ini namanya telah besar dan dikenal. Dan jika hingga saat ini dirinya menyediakan ambulance gratis untuk warga Muba dengan hanya menghubungi dirinya.

Jadi tinggal hubungi saya, kalau ada keluarga yang meninggal maka akan diantarkan secara gratis, jam berapapun kami siap karena ada banyak sopir.

Selanjutnya Chairuddin menjelaskan, bahwa dalam AD/ART pengurus dan anggota IKAMuba tidak diperkenankan membawa atribut IKAMUBA dalam berpolitik. Maka bagi yang mau berpolitik sesuai dengan lembaga yang telah disediakan yaitu partai politik,” ujarnya saat pertemuan di Start Light Pujasera Veteran, Minggu 24/12/2023.

Adapun para tokoh Muba yang hadir dalam rangka melahirkan Forum Aspirasi Rakyat Muba memberikan tanggapannya yaitu Inisiator pembentukan Forum Aspirasi Rakyat (Aspira) sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi di berbagai perguruan tinggi, Dr.H.Rahidin H.Anang, MS,
Ketua Ikatan Keluarga Keban Air Itam Rubi Indiarta yang juga Sekretaris Partai Golkar Kota Palembang, Sutrisno AMD mewakili Ketua Umum Himpunan Pemuda Sanga Desa, Perwakilan Mahasiswa Muba yaitu; Ketua Umum Immuba Rahman, Sekretaris Umum IMMUBA Rendi Septrianto Yang mewakili Rahman Ketua IMMUBA sebagai jurubicaranya, Mahlar Ketua Ikatan keluarga Tanjung Raya, Di Resto Nite & Day, Senin (25/12/2023).

Baca Juga  Sebanyak 531 Orang Ikuti Uji Kelayakan Bacaleg DPR RI PKB

Inisiator rencana pembentukan Forum Aspirasi Rakyat (Aspira) sekaligus Pakar Komunikasi Politik Dr.H.Rahidin H.Anang, MS mengatakan, hasil dari sharring Warga Muba kemarin di Ruang Meeting Star Light Pujasera Veteran, jika melihat serta mengamati begitu besarnya potensi Warga Musi Banyuasin yang berdomisili di kota Palembang, namun tidak semua terlibat di partai politik dengan pertimbangan yang sangat komprehensif, tapi berminat untuk menyalurkan aspirasi politiknya, maka kami menginisiatif untuk melahirkan wadah tersebut melalui salah satunya rencana membentuk Forum ini. Rencana pembentukan Forum ini, sepertinya peserta rapat sudah mengarah namanya Forum Aspirasi Rakyat Muba, meskipun masih ada alternatif lain.

Lanjut Rahidin “Aspira ini siap untuk menampung warga yang ingin sharring-sharring masalah politik maka muncul gagasan dan ide atau wadah organisasi atau forum aspirasi rakyat muba ini,” katanya. Rahidin menerangkan, Adapun aspirasi rakyat ini dimana warga muba bukan hanya menjadi penonton tapi ikut dalam mendesain, eksekutor dan berkecimpung langsung baik menjadi tim sukses dan sebagainya dengan membawa Forum Aspirasi Rakyat Muba di Palembang.

“Mengingat warga Muba potensial di Palembang berdasarkan data ada lebih kurang 34 persen warga Muba di kota Palembang, apabila dibuka keran bisa menyoroti baik pencalonan Bupati, Walikota dan Gubernur,” terangnya.

Lebih lanjut Rahidin menjelaskan, menerangkan bahwa Aspirasi Rakyat (Aspira) tersebut sudah memiliki badan hukum di notaris dengan nama Forum Aspirasi Rakyat.

“Dalam sharring kemarin itu, warga Muba yang ikut hadir acara tersebut kemarin, berkembang juga pemikiran peserta rapat menyoroti eksistensi dari paguyuban warga Muba atau disebut IKAMUBA yang berdasarkan AD/ART tidak boleh dicampuri dengan berbagai hal berbau politik,” tandasnya.

Ketua Ikatan Keluarga Keban air itam , Rubi Indiarta menuturkan jika dirinya sangat antusias dengan acara kemarin dengan akan disepakat dengan dibentuknya forum Aspirasi Rakyat sebagai wadah untuk menampung sharring syahwat berpolitiknya tapi belum terjun ke partai politik.

Baca Juga  Hadiri HUT TNI ke-78, Puan Ingatkan Prajurit untuk Jaga Integritas di Tahun Politik

Lanjut Ruby ,Yang kami Soroti saat ini adanya ikatan keluarga Musi Banyuasin di bawa kerana politik kami sudah membaca AD/ART bahwa itu dilarang atau tidak boleh untuk itu, kami meminta kepada ketua yang hari ini telah membawa-bawa IKAMUBA Masuk ke arena politik kami meminta dengan legowo untuk segera menarik diri atau mengundurkan diri dari Ketua Umum IKAMUBA tandasnya.

Selain itu juga meminta kepada para senior-senior atau orang tua kami di IKAMUBA untuk segera melaksanakan pemilihan ulang untuk mencari ketua-ketua baru yang mana sesuai koridornya IKAMUBA ini tidak masuk ke arena politik .

Kenapa ini tidak diperbolehkan karena hampir seluruh pengurus IKAMUBA itu dan orang Muba itu berpartai artinya tidak boleh di monopoli oleh oknum tertentu, maka hari ini kami dengan tegas agar ketua IKAMUBA segera yang pertama mengundurkan diri dan kedua melakukan musyawarah luar biasa demi menyelamatkan nama harum IKAMUBA.,”tegasnya.

Sutrisno AMD mewakili Ketua umum Himpunan Pemuda Sanga Desa mengatakan, Bahwa Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKAMUBA) ini adalah organisasi yang besar serta sudah lama berdiri, kenapa harus berpolitik sedangkan sudah dijelaskan bahwa dalam Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tidak ada dalam ranah politik. Kenapa ikut serta ataupun terjun secara langsung malah menggunakan atribut-atribut yang memang tidak dibolehkan.

“Harapan kami Ika Muba dan juga tujuan kedepannya harus dibenahi lagi, karena di Palembang ini banyak orang-orang Muba potensial, yang bisa mengarahkan organisasi paguyuban Ika-Muba lebih maju. Seperti yang disampaikan oleh Kakanda Rubi bahwa kita harus segera membentuk Forum yang bisa untuk mewadahi aspirasi seperti politik, jadi kalau sudah ada wadah tidak akan menghancurkan lagi karena susah ada tempat dan tidak ada disalahgunakan lagi,” Harapnya.

Ditempat yang sama, Mahlar ketua Ikatan keluarga Tanjung Raya menuturkan, Kami sebagai keluarga orang Muba yang berada di Palembang setuju dengan rencana dengan rencana ini asalkan aspirasi orang Muba bisa tersalurkan secara administrasi.

“Kita tidak bisa terlepas dari politik untuk menyalurkan aspirasi politik, namun saya dengar waktu pengukuhannya dulu IKAMUBA itu tidak berpolitik cuma sekarang sepertinya ada yang memanfaatkan atribut IKAMUBA berpolitik, bahkan petugasnya ada yang berpolitik. Oleh sebab itu, kami dari Ikatan Keluarga Tanjung Raya kalau untuk pembaharuan kami setuju,” Ujarnya.

Baca Juga  Disorot Masyarakat, MKD Selalu Mengimbau Anggota DPR Untuk Tertib Lapor LHKPN

Sementara itu, Perwakilan Mahasiswa Muba/ Sekretaris IMMUBA sebagai jurubicaranya, Rendi Septrianto Yang mewakili Rahman Ketua Umum IMMUBA menambahkan, bahwa kami dari masyarakat Muba, kaum milenial Muba kemarin telah melakukan musyawarah dan diskusi membahas beberapa hal yang sangat urgen untuk kepentingan masyarakat Muba.

“Saya sampaikan kepada rekan-rekan sekalian pertama permasalahan Ika Muba, kami dari mahasiswa Muba turut prihatin atas kejadian yang terjadi bukan hanya hari-hari kemarin, tapi telah terjadi berkepanjangan satu tahun kebelakang ini untuk Ika Muba yang terjun langsung ke ranah politik itu sudah kami diskusikan karena telah melanggar AD/ART Ika Muba,” Terangnya.

Kami dari mahasiswa Muba turut prihatin dan ingin masalah ini cepat diselesaikan dengan cara yang cerdas dan kreatif, sehingga permasalahan Ika Muba ini tidak menyebar kemana-mana dan menjadi kebanggaan lagi bagi masyarakat Muba.

“Kedua, kami meminta klarifikasi dari Ketua umum Ika Muba atas hal yang menimpa pada saat ini, dan tidak menjadi permasalahan sosial lagi sehingga Ika Muba bisa kembali berjaya. Ketiga, kami dari mahasiswa Muba sangat setuju dan sangat mendukung terbentuknya forum aspirasi rakyat Muba sehingga bisa menampung kami kaum milenial yang ada di Muba terutama yang berada dikota Palembang bisa menyampaikan hasrat politiknya,” Bebernya.

Tentu kita semua tahu seluruh organisasi kemahasiswaan itu tidak boleh berpolitik, karena itu kami sangat mendukung dan menunggu deklarasi aspirasi rakyat Muba

“Menurut pandangan saya, kami tidak boleh terjun langsung di dalam Ika Muba karena kami bukan dari Ika Muba tapi kami dari mahasiswa Muba berharap penuh agar permasalahan Ika Muba dapat diselesaikan sebagaimana mestinya,” Pungkasnya ( Rilis).

Komentar