Imbas Karhutla, Kualitas Udara di Gelumbang Raya Tidak Sehat Untuk Kelompok Sensitif

Berita Utama200 Dilihat
banner1080x1080

Muara Enim, Sumselpost.co.id – Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan Stasiun Pemantauan Cuaca (BMKG), kualitas udara di Gelumbang Raya Kabupaten Muara Enim pada 11 September 2026 berada dalam kategori Sedang hingga Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif, dan angka polusi berkisar di rentang nilai 64 hingga 105 AQI.

Kualitas udara di kawasan ini kurang sehat bagi sebagian orang, terutama karena wilayah Gelumbang dan sekitarnya sedang berada di puncak musim kemarau dan rawan terdampak kabut asap serta debu jalanan akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan yang juga mewakili BMKG Sumsel dr.wandayantolis ,S.Si,M.Si, menyatakan bahwa periode Agustus hingga September 2026 merupakan puncak musim kemarau yang lebih kering akibat pengaruh El Nino.

Lanjutnya, kondisi cuaca kering dan minimnya curah hujan membuat debu serta polutan lebih mudah naik ke udara, berpotensi menimbulkan kabut asap tipis,serta meningkatkan kerentanan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Kualitas udara di Gelumbang Raya, Muara Enim pada September 2026 berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai karena penurunan kualitas udara akibat musim kemarau,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi terkini Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), berdasarkan data pemantauan lingkungan setempat,indeks kualitas udara (ISPU) di wilayah Muara Enim dan sekitarnya berada pada kategori Sedang.

Berikut rincian indikator kualitas udara untuk hari ini : Indeks Kualitas Udara (AQI/ISPU) : Umumnya berada di angka 64 (Sedang) secara regional di Muara Enim, namun di titik Pemukiman padat dan area terdampak kabut asap di Gelumbang Raya, fluktuasi real-time dapat menyentuh angka 105 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif).

Adapun Polutan Utama : Didominasi oleh materi partikulat halus (PM2.5) dan debu kering. Sementara dalam prediksi oleh BMKG untuk kondisi cuaca di Gelumbang Raya memprakirakan cuaca didominasi oleh Udara Kabur dan Terik sepanjang hari, yang membuat partikel debu tertahan lebih lama di permukaan tanah.

BMKG menghimbau, agar cuaca saat ini untuk menggunakan masker medis atau N95 jika harus melakukan aktivitas di luar ruangan atau berkendara dijalan raya.
Terutama bagi kelompok sensitif (anak-anak,lansia, penderita asma,atau Infeksi Saluran Pernapasan/ISPA) disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat di luar ruangan.

Sementara itu, terpantau kondisi asap pekat imbas dari Karhutla, serta musim kemarau panjang saat ini,asap pekat masih menyelimuti kawasan jalan raya Gelumbang Raya rute Palembang -Prabumulih, dan kekeringan masih melanda atas kemarau yang terjadi hingga saat ini, Jum’at (11/09/2026) siang hingga sore hari.(jn.red)

Komentar