Hina Wartawan, KWP DPR akan Laporkan Deddy Sitorus Anggota Komisi II DPR Itu ke MKD

Nasional117 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id  – Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), menyampaikan protes terhadap pernyataan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, yang telah merendahkan profesi wartawan dengan menyebut, “Wartawan kayak rombongan sirkus”. Hal itu diungkapkan saat rapat di Komisi II DPR RI dengan Mendagri Tito Karnavian dan APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

“Kami menilai pernyataan itu menghina dan merendahkan martabat wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Itu, mencederai hubungan baik antara lembaga legislatif dengan wartawan yang berperan menjaga transparansi dan demokrasi,” tegas Erwin Siregar, Wakil Ketua KWP di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Erwin, pernyataan itu tidak sejalan dengan etika dan kehormatan DPR RI sebagai lembaga negara yang seharusnya menghormati profesi lain.

Atas dasar itu, pengurus KWP merasa direndahkan dan dihina. Karena itu, pengurus KWP akan akan melaporkan secara resmi peristiwa ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami mendesak Pak Deddy Sitorus untuk klarifikasi dan permintaan maaf terbuka selama 1 x 24 jam demi menjaga kehormatan DPR RI dan hubungan baik dengan insan pers,” ungkap Erwin.

Ia menyerukan agar seluruh anggota DPR RI senantiasa menghormati profesi wartawan sebagai mitra strategis dalam menjaga keterbukaan informasi publik.

“Kami berharap MKD dapat segera memproses laporan ini dengan serius, sehingga peristiwa serupa tidak terulang dan marwah DPR RI tetap terjaga,” pungkasnya.

Sementara itu Deddy Sitorus membantah tudiangan bahwa dirinya menyebut wartawan sebagai “gerombolan sirkus”. Ia menegaskan ucapannya ditujukan pada situasi rapat yang menurutnya ramai menjelang dimulai, bukan kepada wartawan.

“Saya tidak menyasar siapa pun, tapi situasi yang ramai nggak.karuan. Padahal rapat mau dimulai. Jadi, saya tidak sebutkan siapa-siapa. Terutama yang staf, TA, dan para peserta rapat. Saya tidak menyinggung wartawan,” jelas Deddy. (MM)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar