GRANSI Satukan Puluhan LSM dan Ormas Sumsel, Serukan Persatuan dan Kondusivitas Daerah

Palembang229 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sumatera Selatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperingati Hari LSM Sedunia.

Kegiatan bertema “Ramadhan dan Reformasi, Aspirasi Publik Untuk Polri yang Humanis dan Akuntabel” tersebut digelar di Resto Hotel Kusuma, Palembang, Jumat (27/2/2026).

Ketua Umum LSM GRANSI, Supriyadi, SP mengatakan kegiatan buka puasa bersama itu dihadiri lebih dari 50 LSM dan ormas di Sumsel, khususnya Kota Palembang. Selain berbuka puasa, acara juga diisi diskusi kebangsaan terkait peran strategis LSM dan ormas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Fokus kita adalah mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan. Alhamdulillah, selama ini tidak pernah terjadi bentrokan antara LSM, ormas maupun wartawan,” ujar Supriyadi.

Ia menegaskan bahwa LSM dan ormas merupakan lembaga independen yang lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen menjaga marwah organisasi dan menjunjung tinggi nilai persatuan.

“Jadilah LSM dan ormas yang bermartabat. Dengan tema Ramadhan dan Reformasi ini, kami ingin menyampaikan aspirasi publik agar Polri semakin humanis dan akuntabel. Kami siap mendukung Polri dalam menciptakan kamtibmas,” tegasnya.

Supriyadi juga berharap LSM dan ormas dapat lebih dilibatkan dalam berbagai agenda bersama aparat penegak hukum. Menurutnya, sinergi antara masyarakat sipil dan kepolisian menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah.

Ia turut menyoroti tidak hadirnya perwakilan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap ke depan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan LSM serta ormas bisa lebih ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koordinator Daerah (DKD) Garda Prabowo Sumatera Selatan, Hardiansyah Bana, S.H., M.B.A. atau Bana Djuni, menegaskan bahwa ormas dan LSM memiliki fungsi strategis sebagai kontrol sosial dan penyeimbang pemerintah.

“Ormas dan LSM adalah bagian dari kontrol sosial. Garda Prabowo lahir dari gagasan Bapak Prabowo Subianto dan disahkan pada 2017. Kami mengawal program-program beliau sebagai Presiden RI dan siap bersinergi dengan ormas maupun LSM mana pun,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Martin turut mengajak seluruh organisasi menjaga kekompakan. “Kita harus solid dan saling menjaga. Stabilitas keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Dalam sesi diskusi, Aktivis sekaligus Akademisi Dr. Ade Indra Chaniago memaparkan pentingnya pemahaman sistem ketatanegaraan. Ia menjelaskan bahwa negara memiliki tiga pilar utama, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang saling menopang dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

“Dalam sistem yudikatif terdapat subsistem seperti kepolisian, kejaksaan, dan peradilan. Jika dalam sistem politik tidak ada oposisi, maka tidak ada penyeimbang. Di sinilah peran ormas dan LSM sebagai kelompok penekan atau kelompok kepentingan sesuai concern masing-masing,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa indikator keberhasilan seorang pemimpin dapat diukur dari kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia mengutip pandangan ilmuwan politik bahwa politik merupakan jembatan antara pemimpin dan rakyat, sehingga masyarakat harus terus dicerdaskan secara politik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB), Kgs Sofyan, M.Pd mengatakan bahwa di beberapa negara seperti Amerika Serikat, LSM berperan layaknya oposisi yang melakukan pemantauan dan pengawasan atas kebijakan pemerintah.

“LSM berdiri atas nama masyarakat dan untuk masyarakat. PMPB sempat vakum hampir 25 tahun, dan kini kami ingin kembali berkontribusi membantu masyarakat agar Palembang menjadi kota yang aman dan makmur,” ujarnya.

Acara tersebut juga mengundang Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo SIK MH namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena agenda mendadak.

Sebagai penutup, seluruh perwakilan ormas dan LSM yang hadir membacakan deklarasi damai berisi komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Deklarasi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan penegasan bahwa ormas dan LSM di Sumsel siap berperan aktif menjaga kondusivitas daerah, khususnya selama bulan suci Ramadhan.(ril/niken)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar