Gerakan Pangan Murah Digelar di Halaman TVRI Sumsel, Gubernur Herman Deru: Stok Beras Aman

Berita Utama178 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.Co. Id– Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sumatera Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor TVRI Sumatera Selatan ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru serta plt. Kepala Bidang Pertanian tanaman pangan dan holtikultura provinsi Sumsel, Dr. Ir.H.R.Bambang Pramono.M.Sii.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di Sumatera Selatan.
Menurut Herman Deru, stok beras di Sumsel masih dalam kondisi aman. Bahkan, sejumlah provinsi lain turut mengambil pasokan beras dari Sumatera Selatan.

“Jangan khawatir ketersediaan beras di sini. Bahkan provinsi-provinsi lain mengambil berasnya di sini,” jelas Herman Deru kepada awak media.

Herman Deru juga menjelaskan, adanya kenaikan harga beras premium salah satunya dipengaruhi oleh kualitas dan kemasan produk yang semakin baik.
Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan optimalisasi sektor pertanian, baik melalui penguatan sistem irigasi maupun pertanian nonirigasi.

“Sumatera Selatan terus mengoptimalkan pertanian, baik di sektor irigasi maupun nonirigasi, agar keberlangsungan sektor pertanian terus terpantau untuk menjaga ketahanan pangan di Sumatera Selatan,” tambahnya.

Satgas Pertanian Dibentuk Hadapi Musim Kemarau.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Bulog Sumsel Bambang Pramono mengatakan, menghadapi musim kemarau, pihaknya bersama Dinas Pertanian Sumatera Selatan membentuk satuan tugas (satgas) pertanian.

Satgas tersebut bertugas memantau kondisi kelompok-kelompok tani, terutama yang menghadapi kendala akibat kekeringan.
Bambang meminta kelompok tani yang mengalami gagal panen segera melaporkan kondisi tersebut agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

“Di saat musim kemarau ini, kelompok-kelompok tani yang mengalami kegagalan panen segera laporkan kepada kami. Nanti satgas kami akan turun ke lapangan untuk mengatasi dan menjaga keberlangsungan pangan di Sumatera Selatan,” jelas Bambang.

Bambang menambahkan, produksi pertanian Sumatera Selatan pada Januari hingga Agustus 2026 justru mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dibanding tahun kemarin, di tahun ini dari bulan Januari sampai Agustus 2026 kita mengalami peningkatan 4,9 persen. Artinya, di musim kemarau ini kita malah mengalami peningkatan,” ungkapnya.
Meski demikian, berbagai langkah strategis tetap dilakukan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.

“Kita juga meningkatkan langkah-langkah strategis yang kita terapkan melalui satgas-satgas kita yang cepat tanggap dan langsung turun ke lapangan,” pungkas Bambang.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Sumatera Selatan.

Laporan : Mar

Komentar