Dua Pelaku Pembunuhan Adik Bupati Muratara Ditangkap Polisi

Berita Utama1396 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co.id – Dua pelaku pembunuhan M Abadi (44), adik kandung Bupati Muratara H Devi Suhartoni, ditangkap.

Kedua tersangka Arwan dan Ariansyah, dua tersangka dalam kasus ini, berhasil ditangkap oleh tim gabungan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dan Satreskrim Polres Muratara di Desa Batu Kucing, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, pada Rabu (6/9) siang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, SIK, membenarkan penangkapan kedua tersangka ini. Irjen Rachmad mengungkapkan hal ini kepada media setelah berkunjung ke rumah duka pada sore hari yang sama.

Baca Juga  Banjir Merendam Puluhan Batang Pohon Karet Warga Belimbing Jaya Muara Enim

“Keduanya telah ditangkap dan saat ini dalam perjalanan menuju Polda Sumsel,” katanya.

Kapolda Sumsel juga menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada Bupati Muratara, Devi Suhartoni, atas kehilangan adiknya.
Selain itu, Irjen Rachmad juga menitipkan pesan kepada Bupati agar tetap menjaga situasi kondusif di Muratara.

“Ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada Bupati Muratara, Ibu Devi Suhartoni. Sekaligus, saya ingin menyampaikan pesan agar tetap menjaga situasi kondusif di Muratara. Kami akan berusaha mengusut tuntas kasus ini,” katanya.

Baca Juga  Manfaatkan Kekuatan CBR 250 RR, Pembalap Astra Honda Kibarkan Merah Putih di ARRC China

Sebelumnya Selasa (5/9) sekitar pukul 19.00 WIB, Abadi, yang akrab di sapa AB, tengah mengikuti rapat internal bersama kelompoknya.

Namun, kedua pelaku , Arwan dan Ariansyah, warga Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, tiba-tiba muncul. Arwan dan Ariansyah, yang awalnya hendak bergabung dalam rapat tersebut, di singkirkan oleh AB.

Keputusan ini membuat kedua pelaku merasa kecewa, dan mereka kembali dengan membawa senjata tajam.

Tanpa ampun, Arwan dan Ariansyah menyerang AB dengan senjata tajam mereka, mengakibatkan korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tersebut.
Kejadian ini membuat ketegangan merajalela di Desa Belani, karena kelompok AB merespons dengan serangan balik terhadap kelompok pelaku.
Korban segera di larikan ke Puskesmas Bingin Teluk, namun nyawanya tak tertolong.

Komentar