JAKARTA,SumselPost.co.id – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menegaskan komitmennya memperkuat diplomasi parlemen guna memastikan implementasi berbagai nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Rusia berjalan secara konkret. Komitmen tersebut disampaikan Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat usai menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov di Ruang Pimpinan BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Syahrul menjelaskan, pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral pascakunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia, termasuk berbagai kerja sama yang telah disepakati kedua negara. Menurutnya, DPR RI melalui fungsi pengawasan memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh MoU tidak berhenti pada tahap penandatanganan.
“Kita mengawal dan mengawasi bahwasannya MoU ini harus ditindaklanjuti. Kita akan memberikan dukungan tentunya, baik dalam bentuk legislasinya, ada mungkin hal-hal yang perlu diperkuat melalui regulasi yang kita buat di parlemen ini,” ujar Syahrul.
Politisi Fraksi PKS itu menambahkan, BKSAP akan menjalankan peran sebagai second track diplomacy dengan menjembatani hasil-hasil kerja sama pemerintah kepada alat kelengkapan dewan maupun komisi terkait. Dengan demikian, setiap kerja sama internasional dapat diimplementasikan melalui dukungan regulasi maupun pengawasan parlemen.
“BKSAP akan menjadi jembatan bagi pemerintah ke anggota DPR. Jika misalnya nanti ada regulasi yang harus dibuat, berarti kita akan komunikasikan dengan Baleg. Jika nanti terkait dengan kementerian terkait, misalnya Kementerian ESDM, maka kita akan sampaikan dengan yang berada di Komisi XII,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, BKSAP juga telah mengusulkan adanya forum antara pimpinan BKSAP dan pimpinan komisi-komisi DPR RI. Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap MoU yang telah disepakati bersama negara sahabat benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap MoU kita dengan negara-negara sahabat itu tidak tinggal di meja, tetapi memang betul-betul sampai pada pelaksanaan MoU,” tegasnya.
Selain membahas implementasi kerja sama, pertemuan tersebut juga membicarakan penguatan hubungan parlemen Indonesia dan Rusia. Duta Besar Rusia turut menyampaikan undangan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani untuk menghadiri Forum Parlemen Eurasia yang akan diselenggarakan di Rusia pada tahun depan.
“Beliau juga ingin mengundang Ibu Puan Maharani, Ketua DPR RI, untuk hadir di forum nanti di tahun depan di Rusia. Ini tentu kehormatan bagi Ketua DPR RI untuk diundang dalam Forum Eurasia Parlemen. Insyaallah kami akan sampaikan kepada Ketua DPR,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rusia juga menyampaikan harapan agar DPR RI dapat berpartisipasi sebagai pengamat pada pelaksanaan pemilu Rusia. Namun, Syahrul menjelaskan bahwa Indonesia belum dapat mengirimkan delegasi pengamat untuk pemilu yang berlangsung pekan ini.
“Kita sampaikan bahwasannya kondisinya memang kita belum bisa mengirimkan observer untuk pemilu Rusia. Dan kita sangat menghormati hasil daripada pemilu dan memberikan dukungan demokrasi di Rusia,” ungkapnya.
Syahrul berharap perdamaian antara Rusia dan Ukraina segera terwujud sehingga stabilitas kawasan maupun dunia dapat terus terjaga. “Terakhir tadi kita mendoakan agar perdamaian Rusia-Ukraina bisa terwujud. Begitu juga kita bisa bersama-sama menghadirkan perdamaian bagi dunia tentunya,” pungkasnya. (MM)

















Komentar