JAKARTA,SumselPost.co.id – Kematian misterius Bripda Natanael Simanungkalit di lingkungan internal kepolisian kembali memicu perdebatan. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, mendesak Polda Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengusut tuntas tewasnya Bintara Samapta angkatan 2025 tersebut secara profesional, transparan dan tanpa kompromi.
Bripda Natanael ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di asrama Polda Kepri pada Senin (13/4) dini hari lalu. Abdullah, yang akrab disapa Gus Abduh, menegaskan bahwa kejujuran institusi dalam menangani kasus ini adalah pertaruhan besar bagi marwah Polri di mata publik.
“Kami meminta kepolisian mengusut tuntas dan transparan untuk mengungkap kronologi serta penyebab kematian korban. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Semua harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Gus Abduh di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Keluarga korban telah resmi melaporkan kasus ini ke Bidpropam Polda Kepri atas dugaan penganiayaan. Gus Abduh mewanti-wanti agar pihak kepolisian menjamin keamanan keluarga korban yang kini tengah berjuang mencari keadilan, serta memastikan tidak ada praktik intimidasi selama proses hukum berjalan.
Ia mengingatkan bahwa jika benar terbukti ada keterlibatan oknum dalam kematian Natanael, maka sanksi pidana dan etik harus dijatuhkan tanpa pandang bulu.
“Citra kepolisian akan semakin tercoreng jika terbukti pelakunya adalah oknum polisi. Penanganannya tidak boleh setengah-setengah. Jika ada pihak yang bersalah, proses hukum harus berjalan tegas untuk mencegah kasus serupa terus berulang,” ungkapnya.
Menurut Komisi III DPR integritas dan disiplin personel adalah pilar utama yang tidak bisa ditawar. Gus Abduh menilai kematian anggota di dalam asrama merupakan insiden serius yang memerlukan audit internal terhadap pengawasan personel di lingkungan Mapolda Kepri.
Ia berjanji akan terus mengawal perkembangan penyelidikan ini hingga fakta yang sebenarnya terungkap secara benderang.
“Ini penting untuk memastikan keadilan bagi korban. Kita ingin Polri menjunjung tinggi profesionalitas dan integritas dalam setiap tindakan, termasuk terhadap anggotanya sendiri,” pungkasnya.
Sebelumnya Anggota Bintara Samapta angkatan 2025 Bripda Natanael Simanungkalit ditemukan meninggal dunia, diduga dalam kondisi tidak wajar di asrama Polda Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (13/4) dini hari.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricillia Ohei mengatakan, Kapolda sudah memerintahkan Kabidporpam dan Direskrimum untuk melakukan proses hukum secara tuntas. Namun, Nona belum bisa memastikan peristiwa dan penyebab kematian Bripda Natanael Simanungkalit. “Ada dugaan kematian Bripda Natanael akibat dianiaya seniornya sesama polisi. Polda Kepri tidak akan menoleransi pihak yang terlibat kasus ini,” ungkapnya. (MM)












Komentar