Bangun Sinergi, Forwida Sumsel Jajaki Kerja Sama Dengan Balai Pelestarian Kebudayaan

Berita Utama70 Dilihat
banner1080x1080

Palembang,Sumselpost.co.id – Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata daerah. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui silaturahmi jajaran pengurus Forwida Sumsel dengan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Sumatera Selatan, Sri Sugiharta, S.S., M.P.A., di Kantor BPK Wilayah Sumsel.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu dipimpin langsung oleh Ketua Forwida Sumsel, Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, M.T., CIAP.

Turut hadir diantaranya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M. Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn., serta sejumlah pengurus Forwida Sumsel, di antaranya Toni Panggarbesi, Rodi Herawan, Raden Genta Laksana, Hidayatul Fikri, Wanda Lesmana, dan Leni Mastuti Mhum, Dr Ir Asmawati, Ida Utami D SIP Msi, Ika Swastika SP.

Dalam kesempatan tersebut, Diah Kusuma Pratiwi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru Forwida Sumsel kepada Kepala BPK Wilayah Sumsel. Selain itu, pertemuan juga dimanfaatkan untuk memaparkan berbagai program kerja organisasi yang berfokus pada pelestarian budaya dan pengembangan destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Menurut Diah, Forwida Sumsel memiliki komitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya yang dimiliki Sumatera Selatan agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami sengaja bersilaturahmi untuk memperkenalkan kepengurusan Forwida Sumsel sekaligus menyampaikan berbagai program kerja yang telah dan akan kami laksanakan. Harapan kami, ke depan dapat terjalin kolaborasi yang lebih erat dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Sumatera Selatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini Forwida Sumsel telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian sejarah, budaya, tradisi, hingga promosi destinasi wisata di Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, komunitas budaya, akademisi, pemerintah, hingga pelaku pariwisata.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pelestarian budaya.

Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.
Diah berharap sinergi dengan BPK Wilayah Sumsel dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama, seperti seminar, diskusi kebudayaan, festival budaya, pendokumentasian warisan budaya, edukasi kepada generasi muda, hingga promosi cagar budaya dan objek wisata sejarah.

“Kami ingin Forwida tidak hanya menjadi organisasi yang bergerak di bidang pariwisata dan budaya, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga identitas budaya Sumatera Selatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPK Wilayah Sumsel, Sri Sugiharta, S.S., M.P.A., menyambut baik kunjungan jajaran pengurus Forwida Sumsel.

Ia mengapresiasi komitmen Forwida yang secara konsisten berupaya mengangkat potensi budaya dan pariwisata daerah melalui berbagai kegiatan edukatif dan pelestarian.

Menurut Sri Sugiharta, keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, komunitas budaya, akademisi, organisasi, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Forwida Sumsel. Kehadiran organisasi seperti Forwida menjadi energi positif dalam upaya pelestarian budaya. BPK tentu terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang bertujuan melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Sumatera Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPK Wilayah Sumsel memiliki berbagai program yang dapat disinergikan dengan Forwida, mulai dari pelestarian cagar budaya, inventarisasi dan dokumentasi objek pemajuan kebudayaan, hingga kegiatan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah dan komunitas akan memperkuat upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai berbagai potensi kerja sama yang dapat segera direalisasikan, termasuk penyelenggaraan kegiatan budaya, promosi destinasi wisata sejarah, pendokumentasian tradisi lokal, serta penguatan literasi sejarah dan budaya bagi generasi muda.

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar