Palembang, Sumselpost.co.id – Seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Palembang, Tri Wulandari, mengaku mengalami dugaan pelecehan digital yang disebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Dugaan tersebut meliputi manipulasi foto menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penyebaran konten yang dinilai mencemarkan nama baik, hingga dugaan ancaman yang berdampak pada kondisi psikologis korban. Informasi itu disampaikan melalui unggahan media sosial serta keterangan yang diterima media.
Dalam keterangannya, Tri Wulandari yang diketahui merupakan mahasiswa semester 2 di Universitas PGRI Palembang mengaku foto-fotonya diedit menggunakan AI menjadi gambar dengan pose yang menurutnya tidak pantas. Ia juga menyebut terdapat akun media sosial yang diduga digunakan untuk menyebarkan hasil manipulasi tersebut. Selain itu, korban mengaku pernah menerima dugaan ancaman agar memenuhi permintaan tertentu dengan imbalan konten-konten tersebut akan dihapus.
“Bukan hanya nama baik saya yang terdampak, tetapi juga kondisi mental saya dan keluarga. Saat ini saya masih dalam proses pemulihan,” ungkap Tri Wulandari sebagaimana disampaikan dalam unggahan media sosialnya. Ia juga berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku dapat menyampaikan informasi kepada dirinya atau kepada aparat penegak hukum agar persoalan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang disampaikan korban kepada media, identitas terduga pelaku telah diketahui olehnya. Namun demikian, hingga berita ini ditayangkan, media belum memperoleh konfirmasi maupun keterangan dari pihak yang disebutkan dalam pengakuan tersebut. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan dalam berita ini masih merupakan versi dari pihak korban dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
Media mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto hasil manipulasi, tidak melakukan penghakiman di ruang publik, serta menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum apabila perkara ini telah atau akan dilaporkan secara resmi. Penggunaan teknologi AI untuk memanipulasi konten tanpa persetujuan pihak yang bersangkutan merupakan isu yang semakin mendapat perhatian, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga etika digital dan menghormati hak setiap individu.












Komentar