Anggota BAM DPR Kawendra Dorong Masa Kelola Lahan Kopi Diperpanjang demi Kepastian Petani

Nasional56 Dilihat
banner1080x1080

BANDUNG,SumselPost.co.id  – Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Kawendra Lukistian mendorong agar masa kerja sama pemanfaatan lahan untuk budidaya kopi diperpanjang. Menurutnya, kepastian jangka waktu pengelolaan lahan penting agar petani dapat mengembangkan usaha kopi secara berkelanjutan dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih optimal.

Hal itu disampaikan Kawendra usai mengikuti Festival Aspirasi BAM DPR RI bertema Kopi sebagai Tanaman Pangan, Konservasi, dan Industri di Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026).

Kawendra mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan petani kopi akan menjadi bahan tindak lanjut BAM DPR RI bersama kementerian, lembaga, maupun BUMN terkait.

“Tentu tadi ada banyak aspirasi yang kita catat dari BAM. Nanti akan kami komunikasikan dengan berbagai pihak terkait yang memang bisa mewujudkan aspirasi itu,” ujarnya.

Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah perlunya memperpanjang masa kerja sama pemanfaatan lahan bagi petani kopi. Menurutnya, masa kontrak yang terlalu singkat menjadi kendala karena tanaman kopi membutuhkan waktu untuk tumbuh hingga menghasilkan secara optimal.

“Ada masukan yang bagus, bagaimana nanti ke depannya ketika mereka mengoptimalkan satu lahan untuk perkopian, kontraknya tidak singkat-singkat seperti hanya dua tahun. Bahkan mungkin bisa kita perjuangkan supaya lebih lama, supaya ketika mereka berusaha dan menanam kopi tidak terbatas waktu yang singkat karena kebermanfaatannya justru bisa lebih panjang,” jelasnya.

Selain itu, Kawendra menyoroti aspirasi petani terkait kebutuhan peningkatan sumber daya manusia melalui beasiswa di bidang perkopian. Menurutnya, usulan tersebut dapat dikolaborasikan dengan berbagai pihak, termasuk BUMN melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Tadi ada petani yang punya harapan mereka bisa mendapatkan beasiswa untuk kopi. Nanti kita bisa komunikasikan, mungkin dari Perhutani atau PTPN ada alokasi CSR untuk beasiswa tersebut, atau dari pihak-pihak lainnya,” katanya.

Ia berharap berbagai aspirasi yang dihimpun dalam Festival Aspirasi BAM tidak berhenti sebagai masukan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang benar-benar mendukung pengembangan industri kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (MM)

Postingan Terkait

Postingan Terkait

Komentar