Wali Kota dan Sultan Palembang Pimpin Pawai Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam

Berita Utama368 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam (P5H5M) yang terjadi dari tanggal 1 sampai 5 Januari tahun 1947 di kota Palembang digelar , Sabtu (3/1/2025) pagi di pelataran Lawang Borotan Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Peringatan P5H5M yang masuk tahun kelima ini mengangkat tema , “Dengan Semangat Juang Pertempuran Lima Hari Lima Malam , Kita Lestarikan Cagar Budaya Berbasis Pertahanan”.

Kegiatan diawali dengan pawai yang melibatkan berbagai komunitas dan masyarakat yang diikuti Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi didampingi Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn didampingi Ketua Pelaksana P5H5M Vebri Al Lintani, Ketua Umum (Ketum) Komunitas Jeep Pariwisata (KJP) H Darmawan dan jajaran Pemkot Palembang , sejumlah komunitas dan masyarakat kota Palembang , yang start dari Lawang Borotan lalu menyusuri Jalan Jenderal Sudirman kearah Rs Charitas lalu melewati Jembatan Ampera , Jalan Jalan KH Wahid Hasyim lalu berbelok Jalan Walikota H Husni dan lalu masuk Jembatan Musi VI lalu berbelok ke Jalan Makrayu, Kecamatan IB II lalu berbelok ke jalan Kironggo Wirosentiko dan lurus kearah Masjid Al Mahmudiyah (juga dikenal sebagai Masjid Suro) terletak lalu berbelok ke kiri ke Jalan Ki Gede Ingsuro menuju Jalan Sungai Tawar dan berakhir finish di Lawang Borotan.

Mobil-mobil tua seperti Willys, Jeep Ford GPW, , disusul oleh sepeda ontel yang dikayuh oleh pemuda-pemudi berseragam pejuang. Mereka mengenakan ikat kepala merah putih, membawa bendera, terasa masuk mesin waktu pada masa perjuangam itu.

Wali Kota Palembang, Drs Ratu Dewa Msi turut larut dalam suasana, mengenakan seragam pejuang lengkap dengan atributnya serta bedilnya, ia duduk salah satu mobil jeep tua, didampingi Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn didampingi Ketua Pelaksana P5H5M Vebri Al Lintani, Ketua Umum (Ketum) Komunitas Jeep Pariwisata (KJP) H Darmawan yang juga mengenakan atribut seragam pejuang sambal melintasi ruas jalan protokol kota Palembang.
Malahan Ratu Dewa sempat mengendarai langsung mobi jeep yang ditumpanginya saat melakukan pawai keliling kota Palembang.

Walaupun di guyur hujan , peringatan tersebut tetap berjalan lancar malah beragam pertunjukan seni dan tradisi ditampilkan, mulai dari kuntau, CBCA, syarofal anam, hingga korsik biola dan saksofon yang membawakan lagu-lagu perjuangan seperti Gugur Bunga serta lagu-lagu Nusantara.

Pertunjukan teatrikal dan pantomim turut menguatkan narasi heroisme rakyat Palembang dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang.
Salah satu momen yang sarat makna dalam peringatan tersebut adalah penyerahan tali kasih kepada para veteran, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan pejuang kemerdekaan.

Malahan Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi dan rombongan sempat melihat Pameran Barang Jadoel yang menghadirkan berbagai koleksi barang antik yang menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia pada era perjuangan kemerdekaan.

Hadir Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi , Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn didampingi Ketua Pelaksana P5H5M Vebri Al Lintani, Ketua Umum (Ketum) Komunitas Jeep Pariwisata (KJP) H Darmawan, Danlanal Kol Laut Hari Hendrawan, Kapolrestabes Palembang diwakili Kasat Binmas AKBP Rediansyah, Dandim 0418 Palembang diwakili Pasi Pers Mayor Inf Syafrulah , Danpomdam II ISriwijaya, Perwakilan Forum Parwisata dan Budaya (Forwida) Sumsel, Keluarga Pedangdut Palembang, Ketua Umum Bung Baja , Iskandar Sabani SE SH, Ketua DPD LVRI Sumsel Dr. Ramses PN.D. MIN dan para veteran dan pejuang , Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Sumsel, Wanda Lesmana, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Affan Prapanca, Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sulaiman Amin, Kaban Kesbangpol Palembang, Rudi Indrawan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang, Dr. Herison. Sip. SH. MH, perwakilan PDAM Tirta Musi Palembang, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Perwakilan TVRI Sumsel dan perwakilan RRI Palembang, tokoh masyarakat, tokoh budaya kota Palembang, Konten Kreator Palembang Mang Dayat, budayawan, seniman kota Palembang , Ketua DKP M Nasir, Sejarawan kota Palembang Dr Kemas Abdul Rachman Panji SPd MSI ,Pemilik Bakso Granat Mas Azis (BGMA), Abdul Azis, , Komunitas Ontel (Kosti) , seniman dan budayawan Palembang Fir Azwar dan Ali Goik , Ketua MSI Kota Palembang Dr Dedi Irwanto MA, RM Rasyid Tohir SH Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir selaku perwakilan Bakum MAKN (Majelis Adat Kerajaan Nusantara), perwakilan Komunitas Nissan Teranno (NTJ) , Adventure Club Indonesia (AC-ID), dan jajaran OPD dan Kepala Dinas dalam lingkup Pemkot Palembang
Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn menekankan pentingnya pemahaman sejarah bagi masyarakat Palembang, terutama generasi muda.

“Saya berharap peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam yang kelima tahun ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang serta seluruh sektor yang ada,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa masih banyak generasi muda yang belum mengetahui sejarah perjuangan lokal Palembang. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk mengingatkan bahwa Palembang memiliki pahlawan-pahlawan daerah yang berjasa besar dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memantik kesadaran generasi muda bahwa perjuangan para pahlawan tidak berhenti pada kemerdekaan saja, tetapi juga menjadi motivasi bagi mereka untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” katanya.

Sultan SMB IV berharap peringatan P5H5M ke depan tidak hanya dikemas dalam bentuk pawai kendaraan, tetapi juga diperluas dengan unsur budaya, edukasi, dan sejarah

“Nilai historisnya sangat tinggi. Bagaimana taktik dan strategi perjuangan rakyat Palembang saat itu perlu terus disampaikan agar mampu membangkitkan jiwa patriotisme anak-anak kita,” jelasnya.
Untuk itu, ia berharap pada peringatan tahun berikutnya, tidak hanya Dinas Kebudayaan yang terlibat, tetapi juga Dinas Pendidikan serta instansi lainnya, sehingga peringatan ini dapat menjadi agenda bersama yang melibatkan masyarakat luas dan dinikmati oleh seluruh warga Palembang.

Ketua Pelaksana P5H5M Vebri Al Lintani mengatakan, kalau tahun sebelumnya peringatan dilaksanakan tanggal 1 Januari namun kali ini peringatan di gelar di tanggal 3 Januari.

“ Saya apresiasi kinerja pak Walikota , dan ini komitmen pak Wallikota untuk memperingati Pertempuran Lima Hari Lima malam dan kali ini terwujud meskipun belum teranggarkan di APBD, mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan, meskipun demikian kita mendapatkan komitmen yang nyata dari Pemerintah Kota Palembang terutama dari pak Sulaiman Amin yang hari ini sudah maksimal diujung tahun tanpa anggaran tapi beliau maksimal menyiapkan beberapa yang bisa dibantu pada hari ini dan memang beliau komitmen dari awal dan mudah-mudahan tahun depan dapat di support oleh instansi yang ada di Pemerintah Kota Palembang,”katanya.

Pihaknya berkeinginan peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam diperingati secara massif salah satu contoh anak-anak sekolah mengirim salam pertempuran lima hari lima malam dan semua membuat vlog atau Podcast Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang.

“ Dan tahun-tahun kedepan ini bisa dilaksanakan seperti itu, tapi ini perlu regulasi pak Wali , regulasi dari Pemerintah Kota dan Kecamatan agar disemarakkkan dengan berbagai kegiatan kaitan dengan Pertempuran Lima Hari Lima Malam ,”katanya.

Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam ini menurut Vebri dilakukan secara swadaya oleh orang-orang yang rela atau relawan yang punya kesadaran tinggi terhadap sejarah Republik ini berdiri karena kemerdekaan ini tidak diberikan secara cuma-cuma tapi di bayar dengan tenaga , air mata , darah dan ribuan nyawa melayang.

“ Menurut catatan PMI ada 2000-3500 nyawa melayang untuk mempertahan kemerdekaan Republik Indonesia di Palembang, dan Palembang termasuk salah satu pertempuran yang besar yang melibatkan tiga matra, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan darat Belanda, dan Palembang memang sasaran dari Belanda karena di Palembang ini penuh dengan kekayaan alamnya , “katanya.

Menurutnya orangtua Walikota Palembang Drs Ratu Dewa adalah Ketua Legiun Veteran di Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) sehingga menurutnya wajar kalau Walikota Palembang memiliki kepedulian dengan sejarah dan budaya di Palembang.

“Di Palembang kemarin pak Wali sudah melakukan kunjungan jalan kaki hujan-hujan juga ke Air Mancur , ke titik nol Palembang lalu Tugu Pejuang di antara Jembatan Ampera dan Jembatan LRT dan itu mungkin akan di realisasikan supaya tidak terkurung lagi dia, supaya bisa dilihat masyarakat bahkan bisa menjadi tempat swapoto lalu kunjungan ke Gua Jepang di Jalan H Umar , Km 5 harus cepat-cepat di lakukan penyelamatan karena itu sudah darurat , kalau tidak dilakukan revitalisasi akan hancur dan habis, malah tanahnya dimiliki oleh orang,”katanya.

Wali Kota Palembang, Drs Ratu Dewa Msi , menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menyebarluaskan nilai-nilai sejarah perjuangan, khususnya kepada anak-anak sekolah dari tingkat TK hingga SMP.

Menurutnya, generasi muda perlu memahami besarnya pengorbanan para pejuang, baik nyawa, waktu, maupun tenaga, demi kemerdekaan bangsa.
Menurutnya nilai perjuangan harus ditanamkan sejak dini, agar anak-anak memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui pengorbanan yang tidak kecil.
“Lima Hari Lima Malam bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan kita dibayar mahal. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisinya dengan karya,” tegas Ratu Dewa.
Ia menambahkan bahwa peringatan ini adalah jembatan antara sejarah dan masa depan, antara darah para pejuang dan semangat generasi penerus.

” Di tengah hiruk-pikuk zaman digital, Palembang membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup berdenyut dalam setiap langkah,” ujarnya penuh semangat.
Ia menambahkan, peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Malam bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kegiatan strategis yang telah masuk dalam kalender event Dinas Pariwisata Kota Palembang, sehingga akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, menyampaikan bahwa peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengangkat potensi wisata sejarah di Palembang.

Ia menegaskan bahwa banyak jejak perjuangan yang masih tersembunyi dan belum dikenal luas oleh masyarakat.
“Kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Banyak jejak perjuangan yang bisa kita angkat menjadi destinasi wisata sejarah. Ini bukan hanya soal mengenang, tapi juga menghidupkan kembali semangat dan kebanggaan akan kota ini,” ungkap Sulaiman.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), M. Nasir, menilai peringatan Perang 5 Hari 5 Malam memiliki nilai strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Kota Palembang yang perlu terus dikenalkan kepada publik.

“Sejarah perjuangan ini memiliki nilai edukasi sekaligus daya tarik wisata sejarah. Karena itu, peringatannya perlu dikemas secara berkelanjutan dan diperkuat dalam kalender event pariwisata,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterlibatan komunitas dan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci agar sejarah lokal tidak hanya dikenang, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran publik serta penguatan karakter kebangsaan.

Komentar