Sultan Palembang Anugrahkan Gelar Adat dan Gelar Kerabat Kesultanan Palembang Darussalam

Berita Utama1095 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co.id – Puluhan tokoh masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (27/7) malam menerima penganugerahan gelar adat dan gelar kerabat Kesultanan Palembang Darussalam.

Pemberian gelar adat dan gelar kerabat Kesultanan Palembang Darussalam itu di pimpin langsung oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn.

Pemberian gelar kehormatan itu di lakukan dalam acara Anugerah Kebudayaan Kesultanan Palembang Darussalam tahun 2023 yang di helat di gedung Serbaguna Al Hijrah, di Jalan Sukabangun 1, Sukarami Kota Palembang.

Para tokoh masyarakat yang mendapat penghormatan gelar adat dan gelar kekerabatan itu di anggap telah memberikan kontribusinya dalam memajukan daerah melalui bidangnya masing-masing.

Suasana budaya Palembang Darussalam terasa sangat kental dalam acara sakral itu.
Acara di mulai dengan masuknya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn bersama permaisuri didampingi Mufti Kesultanan Palembang Darussalam Pangeran Muhammad Mustofa bersama Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir.
Juga hadir Pangeran Suryo Vebri Al-Lintani, Pangeran Suryo Kemas Ari Panji , Pangeran Mas’ud Khan,

Kedatangan rombongan SMB IVdi sambut tari Sodok Piyogo yang penarinya semuanya adalah laki-laki dengan musik melayu bernuansa Islami.

Lalu di lanjutkan dengan prosesi masuknya Pusaka Kerajaan Palembang Darussalam yang di bawa tiga orang pria.
Ketiga pusaka itu terdiri dari, Kitab Suci Al Quran dan dua buah keris.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci al quran dan terjemahan Palembang halus oleh Pangeran Suryo Kemas Ari Panji.
Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn mengucapkan selamat kepada pangeran- pengeran yang telah dilantik.

Baca Juga  Kulkas Warga Rusak, Listrik Kerap Padam PLN Dituntut Ganti Rugi

“ Disini kita lihat Kesultanan Palembang Darussalam memiliki nilai budaya dan tradisi itulah saat dimulai kita tampilkan tarian Sondok Piyogo dan bersyair , bersyair ini harus kita lestarikan kembali,” katanya.

Selain itu menurut SMB IV dalam watika yang diberikan ada tulisan arab melayu. “Kedepan mari kita sama-sama melestarikan arab melayu bisa hidup lagi di Negeri Palembang Darussalam, “ katanya.

Pemberian gelar ini menurutnya bukan hanya untuk orang Palembang yang bergelar saja tapi seluruh masyarakat negeri Palembang , yang melestarikan budaya Palembang, yang bercirikan identitas Palembang diberikan penghargaan dari Kesultanan Palembang Darussalam.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini, “ Kesultanan Palembang Darussalam kali ini lebih mengutamakam kearifan dan budaya lokal bukan untuk feodalisme, karenanya kita bersama-sama saling support dan bahu-membahu untuk melestarikan adat budaya ini untuk mempersatukan kembali uwong kito,” katanya.

Sebenarnya menurut SMB IV, Palembang Darussalam itu meliputi aliran sungai batang hari sembilan. Dimana aliran sungai tersebut meliputi Sumatera Bagian Selatan.
“Jadi bukan hanya di Palembang saja. Jadi gelar kekerabatan yang diberikan ini meliputi berbagai suku yang ada di Sumatera, ” kata SMB IV,

Baca Juga  Meski Harga Batubara Anjlok, Polres Muara Enim Tindak Tegas Angkutan Batubara Ilegal

Lebih lanjut SMB IV berpesan, dahulu warga Palembang adalah campuran dari Jawa Melayu. Jadi suku Palembang sudah tersebar luas seiring dengan perkembangan zaman. Bahkan saat ini hampir semua suku memiliki asal dari suku Melayu. Dimana hal ini menandakan bahwa Palembang memiliki kekerabatan dengan suku manapun di seluruh negeri.

“Melalui pemberian gelar ini dapat melestarikan kebudayaan dan adat istiadat yang ada di Palembang. Serta saya berharap agar kebudayaan Palembang yang saat ini mulai dilupakan dapat di tampilkan kembali ke permukaan melalui berbagai kegiatan. Seperti pada pembacaan Al-Quran tadi. Memakai bahasa Melayu Palembang ini harus di budayakan sehingga masyarakat mengenal bahasa ini. Bahkan dapat memakai bahasa Melayu dalam kehidupan sehari-hari, ” katanya.

Pangeran Suryo Febri Irwansyah ( Vebri Al Lintani) selaku pemandu acara pemberian gelar kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam dan juga sebagai salah satu Pangeran pada Kesultanan Palembang Darussalam mengatakan, saat ini ada sebanyak 55 orang laki-laki dan 31 orang perempuan di berikan anugerah kebudayaan dan kekerabatan Kesultanan.

74 orang di angkat menjadi kerabat Kesultanan Darussalam. Pada tahun 2022 lalu di bulan Mei sebanyak 45 orang diangkat menjadi kerabat Kesultanan.

“Ini merupakan kali keduanya setelah puluhan tahun Kesultanan Palembang darussalam belum pernah lagi memberi gelar kerabat Kesultanan. Baru pada dua tahun terakhir ini gelar ini diberikan.,” katanya.

Gelar yang diberikan kepada kerabat Kesultanan Palembang Darussalam menurutnya merupakan sebuah gelar yang membuktikan kontribusi kepada perkembangan Palembang Darussalam.
“Gelar ini diberikan atas dasar tingkat subangsi dari orang-orang yang memberikan dedikasikan kepada Kesultanan Palembang Darussalam.

Baca Juga  BR Kandidat Terkuat Untuk Muara Enim 1 Siap Daftar Pilkada di KPU

Jika dikemudian hari orang atau ada di antara orang-orang ini, melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan gelar yang telah diberikan, serta melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum atau membuat nama baik Kesultanan Palembang Darussalam menjadi tercoreng. Maka gelar kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam akan diganti atau di cabut dari orang tersebut,” katanya.

Menurutnya salah satu masyarakat yang mendapatkan gelar seperti Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas, mendapatkan gelar Pangeran Adi.

“Jadi jika di panjangkan maka akan di panggil dengan sebutan Pangeran Adi Giri Ramanda Kiemas. Sedangkan mantan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs. Riza Fahlavi, MM mendapatkan gelar Pangeran Suryo Riza Fahlevi, lalu ada Raden M. Rian Zakaria Jauhari mendapatkan gelar Pangeran Kuswo Randen M Rian Zakaria Jauhari, anggota DPRD Palembang Dr Ridwan Saiman SH MH mendapat gelar Temenggung Ridwan Saiman ,” katanya.,” katanya.

Dilanjutkan dengan kerabat Kesultanan Palembang Darussalam, meliputi orang yang berperan dalam pembangunan dan pemberian edukasi pada masyarakat Palembang.

Komentar