PALEMBANG,SumselPost.co.id – Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti pengelolaan limbah, efisiensi energi, serta keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok PT Indofood. Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke PT Indofood di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (6/9/2026).
Samuel menilai, sebagai perusahaan yang telah menembus pasar global, Indofood memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah. Namun, besarnya kapasitas produksi juga harus diimbangi dengan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, pengolahan limbah perlu diarahkan pada pemanfaatan kembali melalui konsep daur ulang dan energi hijau (green energy). Ia meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pengelolaan limbah industri, termasuk pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif.
Selain itu, Samuel mendorong Indofood memperluas keterlibatan IKM lokal sebagai pemasok bahan baku, tidak hanya dari sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga pemasok berbagai bahan bumbu dan kebutuhan produksi lainnya.
“Standarisasi pemasok memang harus tinggi, tetapi bagaimana dengan pengelolaan limbah dari para pemasok? Apakah mereka juga mendapatkan arahan agar proses produksinya memperhatikan lingkungan,” ujarnya.
Legislator Dapil Jawa Tengah I itu turut menyoroti tingginya biaya produksi akibat kenaikan biaya energi. Ia meminta penjelasan lebih rinci mengenai upaya perusahaan mengendalikan biaya tersebut, termasuk pemanfaatan bonggol sawit sebagai sumber energi alternatif.
Di sisi lain, ia juga meminta klarifikasi perusahaan terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai kandungan dan keamanan produk mi instan. Menurutnya, informasi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Samuel juga menyinggung peluang substitusi bahan baku impor dengan bahan baku lokal, khususnya gandum yang selama ini masih diimpor. Ia mengapresiasi upaya perusahaan menguji penggunaan tepung tapioka lokal, meskipun kualitasnya dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar produksi.
Ia berharap industri besar seperti Indofood terus membuka peluang bagi bahan baku lokal melalui peningkatan kualitas dan kapasitas pemasok dalam negeri.
“Industri besar harus mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Karena itu, peluang penggunaan bahan baku lokal, pemberdayaan IKM, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah harus terus diperkuat,” pungkas Samuel. (MM)












Komentar