Senyum Bahagia Dikeluarga  Alif, Gubuk  Reyot Berubah Menjadi Rumah Permanen

Berita Utama250 Dilihat

Musi Rawas Sumselpost.co.id – Singsing mentari terpancar menyinari gubuk kecil nan lapuk dihuni keluarga kecil pak Alif dan istri beserta tiga orang anaknya.

Namun terasa bak tinggal di Istana, suatu kenikmatan bagi pak Alif dan ibu Nur lela beserta keluarga bisa menghirup udara dan kemurnian alam yang tak ternilai, meskipun hanya berlindung dibalik gubuk kecil reyot yang sudah lapuk dimakan usia.

Gubuk yang bediri di tengah-tengah perdesaan di Desa Batu Bandung Kecamatan Tiang Pungpung Kepungut kabupaten Musi Rawas yang dihuni lima orang keluarga itu berukuran 3X 4 M berdinding anyaman bambu beratapkan seng bekas.

Basah dikala hujan mengguyur dan panas saat terik matahari menyapa menjelajahi seisi rumah.

Ketika hujan, badai, dan petir menjadi momok yang selalu menghantui ,mereka harus mencari sisi tempat untuk berteduh dari tetesan air hujan.

Parahnya lagi kondisi bangunan rumah yang rawan ambruk setiap saat menimbulkan perasaan khawatir, kala sewaktu-waktu mendadak roboh.

Baca Juga  BAZNAS Muba Turun Langsung Salurkan Sembako Kepada Masyarakat Penyandang Disabilitas

Suami ibu Nurlela (Alif ) yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu,namun semangatnya terus terpancar demi memenuhi kebutuhan keluarganya itu.

Alif tak pernah berputus asa tetap gesit mengaiz rezki, meskipun tindihan beban ekonomi menghimpitnya ,membuat Alif harus berjuang lebih keras, terlebih anak-anaknya masih kecil -kecil dalam masa mengenyam pendidikan.

Digubuk beralaskan lantai tanah itu terdapat satu sekatan untuk ruangan kamar seadanya,tak terlihat perabot mewah, televisi, atau elektonik lainnya.
Untuk tidurpun mereka hanya mengandalkan sebuah tikar karpet.

Karena ketiadaan biaya untuk memperbaiki rumahnya, terpaksa dibiarkan seadanya. Apalagi, penghasilannya hanya mampu untuk makan sehari-har, mereka berharap agar rumahnya tetap utuh dan jangan sampai roboh.Mendapat informasi tersebut.

Ketua Baznas Kabupaten Musi Rawas KH.Bahana Jaalhaq T.SPdI,MA ,CFRM menerjunkan stafnya kelokasi kediaman pak Alif dan Ibu Nurlela.

Wakil ketua II Baznas Kabupaten Musi Rawas Nisvi Asyura dan staf distribusi Heri Kusnadi setibanya di kediaman ibu Nurlela selain croschek juga melakukan intervie.

Baca Juga  23 Persen Wajah Baru Bakal Duduki Kursi DPRD Pagaralam

Dari pengakuan pak Alif dan ibu Nurlelah, ia sudah lama tinggal di desa Batu Bandung ini bersama suami dan anak anaknya.
Setiap malam kami selalu melihat bintang, ketika bintang itu menghilang kami sekeluarga cemas,kawatir akan turun hujan dan membasahi kedalam rumah nya,di karenakan atap rumah sebagian sudah bolong – bolong.

Sedangkan penghasilan suaminya yang bekerja sebagai petugas jaga malam kandang ayam perbulan nya berkisar RP.1000.000,-uang itu hanya cukup ,beli beras dan makan seadanya.

“Anak saya ada 3 orang ,masih kecil 2 orang dan yang sudah bersekolah 1 orang,2 orang nya lagi belum bersekolah masih balita tutur ibu ini,”katanya.

Ketua Baznas Kabupaten Musi Rawas Bahana Jaalhaq T mendapatkan laporan dari staf nya langsung merespon mengunjungi kediaman ibu Nurllela, memberikan bantuan Sembako ,Kasur ,bantal dan kelambu,,jilbab dan membangunkan rumah baru untuk pak Alif dan ibu Nurlela sekeluarga.

Baca Juga  Pelaku Pembakar Lahan di OKI Di Tahan

Pak Alif dan ibu Nurlelah sekeluarga, di awal pembangunan rumah baru nya yang di biayai oleh Baznas Kabupaten Musi Rawas peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Mahmud yang didampingi Ketua Baznas KH. Bahana Jaalhaq T dan dihadiri Camat,Kades beserta Jajaran OPD Kabupaten Musi Rawas.

Kini senyum sumringah bahagia terpancar dikeluarga pak Alif, gubuk reyot yang dulu dia tempati berubah total menjadi rumah permanen tipe 36 yang dibangun oleh Baznas Kabupaten Musi Rawas,”Pungkasnya ditemui Kantor Baznas, Kamis  (16/5).

(HK)

Komentar