Remaja Masjid As Sakinah Ke Palestina

Oleh : Kemas Sofyan Abdullah

Berita Utama1259 Dilihat

Palembang, Sumselpost.co id – Mendengar dan menyaksikan video pada hari ini Jum’at 10 November 2023, rumah sakit As Shifa hancur di bom tentara yahudi, puluhan yang meninggal. Amir yg baru sembuh dari tembakan tentara israel di pintu belakang Masjidil Aqso tiga hari yang lalu merasa terbakar semangatnya untuk membalas perlakuan tentara yahudi laknatullah tersebut.

Selesai sholat Asar, Amir seorang marbot masjid As Sakinah mengumpulkan pengurus dan anggota Ikatan Remaja Masjid As Sakinah. Amir menceritakan yang terjadi pada hari ini di Gaza Palestina, rumah sakit As Shifa hancur di bom oleh tentara israel, puluhan korban berjatuhan, orang tua wanita, dan anak anak.

Dalam pertemuan tersebut ada dua belas orang remaja masjid As Sakinah yang siap berangkat ke Palestina, delapan laki laki dan empat wanita.

Sebelum berangkat Amir mengambil dan mengelap kacamata antik pemberian Bapak Tua Sakti itu. Tiba tiba sekelebat bayangan putih muncul di tengah tengah mereka sambil berkata, “Kalian tenanglah, dengarkan kata kataku” mereka semua diam memperhatikan dan mendengarkan nasehat Bapak Tua Sakti itu. “Setelah tiba di sana nanti, kalian berbagi tugas, yang wanita ke rumah sakit As Shifa untuk membantu merawat orang orang yang masih selamat dengan bubuk garam merah ini dan yang laki laki dua orang menjaga Masjidil Aqso dari ancaman tentara israel yang akan menghancurkan Masjidil Aqso tersebut, sedangkan yang laki laki enam orang menuju ke markas tentara israel di bukit Zaitun, kalian semuanya berbekal senjata garam merah pemberianku ini. Sebelum berangkat kalian harus melakukan sholat Asar terlebih dahulu, sepuluh menit lagi masuk waktu Asar.”

Baca Juga  Sungai Musi Meluap  Rumah Warga Dipinggiran Terendam

Setelah memberikan nasehat dan wejangan tersebut, Bapak Tua Sakti itu menghilang.
Amir mengumandangkan azan dengan suara yang sangat merdu. Semuanya melaksanakan sholat Asar begitu juga ke dua belas anggota Ikatan Remaja Masjid As Sakinah yang sebentar lagi akan berangkat ke Pakestina.

Selesai sholat Asar semua jemaah meninggalkan masjid kecuali dua belas anggota Ikatan Remaja Masjid As Sakinah dan marbot. Amir menginstruksikan bahwa setiap orang membawa satu kantong garam merah pemberian Bapak Tua Sakti tadi. Mereka membentuk lingkaran, berpegangan tangan satu sama lain. Amir mengeluarkan Kacamata Antik dari saku gamisnya pemberian Bapak Tua Sakti lima bulan yang lalu.

Lalu kacamata antik tersebut dipakainya sambil mereka berpegangan erat satu sama lain. Seper sekian menit mereka sudah berada di Palestina. Empat orang wanita berada di rumah sakit As Shifa, langsung mengurus dan merawat orang orang yang terluka dengan garam merah pemberian Bapak Tua Sakti itu. Dua orang laki laki tiba di pelataran Masjidil Aqso sambil keheranan memandang begitu indah dan menakjubkan sekali Masjidil Aqso tersebut. Pada saat ketakjuban kedua orang itu, tiba tiba ada lebih dari satu pleton tentara yahudi itu menembaki orang orang yang lagi sholat di dalam masjid, ada lebih sepuluh orang jemaah yang sedang sholat terkapar bersimbah darah. Dengan cepat kedua laki laki itu melemparkan garam merah pemberian Bapak Tua Sakti itu ke sekelompok tentara israel yang berada di dekat mereka. Berjatuhan lebih dari sepuluuh orang tentara yahudi itu dengan tubuh melepuh hangus terbakar. Melihat rekan mereka hangus terbakar ada lebih dua puluh tentara israel menembaki ke dua laki laki yang bersembunyi di balik tiang pilar besar, mereka terus merangsek mendekati tiang besar tersebut, sekitar lima langkah lagi, tiba tiba kedua puluh tentara yahudi itu berkelojotan sambil memekik menyayat hati. Kedua laki kaki itu melompat keluar Masjidil Aqso bersembunyi di balik mobil mobil truk tentara israel itu.

Baca Juga  Kinerja PJ Bupati Apriyadi Dapat Acungan Jempol Dari Masyarakat

Ada lebih lima belas orang tentara israel merangsek mengejar kedua laki laki itu sambil menembak dengan senjata otomatis, satu peluruh mengenai tankki minyak mobil mobil truk itu meledak kedua lelaki itu terpental sampai sepuluh meter dengan luka di sekujur tubuhnya.

Kelima belas tentara yahudi itu mendekati kedua lelaki itu sambil siap untuk menembakkan senapan otomatisnya, oada saat yang sangat kritis itu, sekelebat bayangan sambil melemparkan garam merah ke lima belas tentara israel itu meregang nyawa berkelojotan hangus terbakar. Kedua lelaki itu disambar oleh bayangan putih itu.

Kini kedua lelaki itu di rawat di sisa reruntuhan rumah sakit As Shifa oleh keempat wanita rekan mereka.

Enam lelaki berjibaku di markas tentara israel yang terletak di bukit Zaitun. Mereka sudah menewaskan lebih dari tujuh puluh tentara israel dengan senjata gaeam merah pemberian Pak Tua Sakti dari Bukit Siguntang. Kini mereka terdesak di dekat gudang senjata, mereka terus dikejar dan ditembaki dengan senjata anti rudal, dan tiba tiba ada suara ledakan dahyat mengguncang bukit Zaitun dan sekitarnya. Rupanya gudang senjata yang berisi lebih dari seribu granat, sepuluh ribu senapan otomatis, dan lebih dari lima puluh ribu butir dengan berbagai jenis senjata hancur lebur. Mayat mayat bergelimpangan lebih dari lima ratus tentara mati semua.

Baca Juga  Pj Sekda Pagaralam Terima Audiensi BPKHTL Palembang

Rupanya sebelum gudang senjata itu meledak, ada sekelebat bayangan putih menyambar keenam lelaki itu. Mereka, kedua belas Remaja Masjid As Sakinah berkumpul di rumah sakit As Sifa, mereka membantu orang orang yang masih hidup atas penyerangan tentara israel hari Jum’at siang kemarin.

Berita meledaknya gudang senjata di markas tentara israel dan tewasnya lima ratus tentara menjadi berita besar. Hampir seluruh dunia meliput berita tersebut. Itulah pembalasan atas dibomnya rumah sakit As Shifa jumat kemarin.

Kini ke dua belas remaja yang tergabung dalam IKATAN REMAJA MASJID AS SAKINAH dan seorang marbot yang bernama Amir berkumpul di dalam masjid sambil melihat dan menonton video atas kehancuran markas tentara israel di hp mereka masing masing.

(Kamis 31 November 2023)

Komentar