Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 Kota Palembang Digelar di Masjid Ar Rofiah Talang Kelapa

Berita Utama26 Dilihat
banner1080x1080

Palembang, Sumselpost.co.id – Puncak peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kota Palembang digelar di Masjid Ar Rofiah, Talang Kelapa, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta mulai dari para guru Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Palembang, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), ibu-ibu Aisyiyah, serta sejumlah tokoh dan tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, Drs. H. Sukarno YS, MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa Milad kali ini dihadiri oleh guru-guru dari tingkat SD hingga SMA Muhammadiyah, perwakilan PWM Sumsel, Ketua PDM beserta jajaran, Rektor UMP, Rektor UMAD, Kepala Rumah Sakit Muhammadiyah, serta unsur organisasi otonom Muhammadiyah lainnya.

Sebelum acara pembukaan, panitia menyerahkan piagam penghargaan kepada para guru Muhammadiyah Kota Palembang serta melakukan penyaluran beasiswa dari LazisMu kepada siswa Muhammadiyah yang membutuhkan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Ketua PDM Kota Palembang, Prof. Dr. HM. Mawangir, M.Ag, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota dan pengurus Muhammadiyah untuk terus mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Anggota dan pengurus Muhammadiyah hendaknya mampu memajukan Amal Usaha dan menjadi contoh bagi masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan PWM Sumsel, Dr. Zulkifli Jemain, S.Ag., M.Pd, menyampaikan pesan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Ia juga mengutip pesan almarhum Prof. Romli bahwa pengurus harus mengurusi Muhammadiyah, bukan menjadi beban organisasi.

Menurutnya, kedua pesan itu menegaskan bahwa pengurus Muhammadiyah harus bekerja dengan ikhlas dan penuh kesederhanaan (konaah).

Acara ditutup dengan Tausyiah Milad oleh Dr. Fathurahman Kamal, Lc., M.Si, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Dalam tausyiahnya, ia menegaskan pentingnya penerapan ajaran Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

“Seberapa bermakna Muhammadiyah dalam hidup kita dapat dilihat dari sejauh mana ajarannya kita terapkan. Jika pengurus berkhianat kepada Muhammadiyah, berarti ia telah berkhianat kepada Allah,” ujarnya.

(Kms. Sofyan Abdullah)

Komentar