PPEKRAF: Sektor Ekonomi Kreatif Berperan Vital Membuka Lapangan Kerja

Nasional180 Dilihat
banner1080x1080

JAKARTA,SumselPost.co.id – Industri ekonomi kreatif (Ekraf) nasional telah terbukti menjadi mesin penyerap tenaga kerja dan kontributor signifikan bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pada 2025, kontribusi ekraf terhadap penyerapan tenaga kerja diperkirakan 27,40 juta Tenaga Kerja (TK) atau 18,70% dari total tenaga kerja.

“Jadi bisa dikatakan sektor ekonomi kreatif memiliki peran vital dalam menyediakan lapangan pekerjaan di dalam negeri,” kata Ketua umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF), Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan saat HUT PPEKRAF I yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (27/2/2026) malam.

HUT PPEKRAF I itu berthema “Setahun Berkreasi, Ramadhan Berbagi, Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif, yang Berkah dan Berkesinambungan”. Hadir antara lain; Wamenaker Afriyansah Noor, Ketua Dewan Pembina PPEKRAF Sapuan, Staf Khusus Mensos Malik Haramain yang juga Sekjen , Ketua umum DNIKS A Effendy Choirie, Sekjen DNIKS Sudarto, Waketum DNIKS Rudi Andries, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Ihsanudin, Sekjen PPEKRAF Anisa Rahmawati, Perwakilan KOWANI dan Muslimat NU.

“Keberadaan PPEKRAF menjadi sebuah wadah candradimuka yang mengasah keterampilan perempuan sehingga berdampak menciptakan keluarga dan masyarakat yang sejahtera,” kata Tengku Nurliyana.

Selain itu kata Liya-sapaan akrabnya, PPEKRAF merupakan komunitas yang menjembatani kreativitas dengan kewirausahaan, membantu mengubah ide menjadi nilai ekonomi melalui jejaring, workshop, dan pameran. “Sekaligus wadah bagi perempuan tangguh dan anak-anak muda kreatif untuk membangun sinergi dengan semua kekuatan,” jelas kandidat doktor dari Universitas Negeri Jakarta ini.

PPEKRAF, lanjut Liya, bertindak sebagai ruang kolaborasi di mana bakat-bakat terpendam dapat disalurkan, diberdayakan, dan ditingkatkan menjadi karya bernilai. Seperti produk seni, digital, budaya dan hasil kreativitas menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak-anak untuk mengekspresikan diri dan menyalurkan bakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor mengapresiasi program kerja PPEKRAF yang telah berjalan selama satu tahun. Bahkan banyak mendidik dan melatih SDM perempuan yang terampil, serta menghasilkan produk-produk berkualitas, mulai dari fashion, perhiasan, hingga kerajinan tangan. “Jadi PPEKRAF bisa berkolaborasi dengan Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mereka ikut terlindungi kesejahteraannya,” tambahnya.

Karena itu, Afriansyah Noor mengajak PPEKRAF bisa memanfaatkan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengasah kemampuan. Apalagi Kemenaker memiliki program salah satunya penciptaan SDM melalui komunitas atau dikenal BLK komunitas. “Kemenaker sudah membangun sebanyak 4282 BLK Komunitas di seluruh Indonesia sejak 2017. Kita berharap ada sinergi dengan PPEKRAF ke depan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, bahwa HUT PPEKRAF I dimeriahkan dengan opening Dance from Sanggar PPEKRAF, berupa Tarian Yapong dari siswa-siswa SD, Fashion Show, lalu dilanjutkan dengan aksi Ramadhan Berbagi dengan pendistribusian sembago kepada anak yatin dan fakir miskin, serta tausiah Ramadhan oleh Dra. Hj Dewi Ani Endriyani. (MM)

Komentar