Polda Sumsel Optimalkan Pemadaman Karhutla Dengan Cairan X-Fire di Gelumbang

Berita Utama131 Dilihat
banner1080x1080

Muara Enim Sumselpost.co.id -Polda Sumatera Selatan melalui Satbrimob Polda Sumsel terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Dusun 3, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Kamis (10/9/2026). Memasuki hari keempat penugasan, Satgas Operasi Aman Nusa II memfokuskan penanganan terhadap titik api dan bara yang masih tersimpan di lapisan gambut dengan mengoptimalkan penggunaan cairan X-Fire.

Pemadaman dipimpin Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., bersama Komandan Batalyon D Pelopor dan personel Satbrimob Polda Sumsel.

Personel menggunakan cairan X-Fire Slog Polri untuk melakukan penyemprotan dan pembasahan pada area terdampak. Penanganan dilakukan tidak hanya terhadap api yang terlihat di permukaan, tetapi juga menyasar lapisan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara sehingga dapat memicu munculnya kembali titik api.

Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa hari keempat menjadi tahapan penting dalam memastikan proses pemadaman dan pendinginan dilakukan secara menyeluruh.

“Hari keempat ini menjadi tahap yang sangat penting karena kami tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan hingga ke lapisan gambut. Penggunaan cairan X-Fire Slog Polri diharapkan mampu memutus rantai munculnya hot spot sehingga wilayah terdampak dapat segera terkendali,” ujar Kombes Pol. James.

Selain penyemprotan menggunakan X-Fire, personel Satgas juga melakukan penyisiran area terdampak, pemantauan berdasarkan koordinat titik panas, serta pendinginan terhadap lokasi yang telah dipadamkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara yang masih tersisa dan mencegah munculnya api susulan.

Penanganan secara berkelanjutan menjadi perhatian khusus karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan meskipun api yang terlihat telah berhasil dipadamkan. Karena itu, proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan, penyisiran, dan pemantauan hingga kondisi lokasi dinyatakan aman.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan Polda Sumsel terus mengoptimalkan kekuatan personel dan sarana pendukung dalam menangani karhutla, khususnya pada kawasan gambut yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

“Penanganan di lahan gambut membutuhkan ketelitian karena bara dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu, pemadaman dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan hingga kondisi benar-benar aman serta tidak kembali memunculkan titik api,” katanya.

Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel bersama jajaran terus melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran, dan pemantauan di wilayah terdampak. Upaya tersebut diarahkan untuk mencegah meluasnya karhutla sekaligus melindungi masyarakat, lingkungan, dan wilayah Sumatera Selatan dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu karhutla. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat deteksi dan penanganan kebakaran sehingga api dapat dikendalikan sedini mungkin.(jn.red)

Komentar